Jambu Biji untuk Melanoma

Jambu Biji (Psidium guajava) untuk Melanoma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antiproliferatif Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) pada Sel Melanoma Manusia A375 secara In Vitro

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel melanoma A375 (3 kelompok perlakuan, masing-masing 3 ulangan)
    Dosis/Durasi:
    50, 100, 200 µg/mL selama 24, 48, dan 72 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun jambu biji dosis 50–200 µg/mL menghambat proliferasi sel melanoma secara signifikan (IC50=87,5 µg/mL) dan menginduksi apoptosis melalui peningkatan ekspresi caspase-3. Efek sitotoksik bersifat selektif terhadap sel kanker tanpa merusak sel fibroblas normal.
  2. Aktivitas Antimelanoma Ekstrak Air Daun Jambu Biji pada Mencit yang Diinduksi B16F10

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi In Vivo
    Sampel:
    30 mencit C57BL/6 jantan, diinduksi sel melanoma B16F10 subkutan
    Dosis/Durasi:
    100, 200, 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak air daun jambu biji dosis 200 mg/kgBB menurunkan volume tumor hingga 58% dibandingkan kontrol, disertai penurunan ekspresi VEGF dan peningkatan apoptosis. Tidak ditemukan toksisitas pada organ hati dan ginjal.
  3. Kuersetin dari Jambu Biji Menghambat Metastasis Melanoma melalui Jalur PI3K/Akt pada Sel B16F10

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel melanoma B16F10 (5 konsentrasi kuersetin, 3 ulangan)
    Dosis/Durasi:
    5, 10, 20, 40 µM selama 24 jam
    Temuan:
    Kuersetin (5–40 µM) secara dosis-tergantung menekan migrasi dan invasi sel melanoma dengan menghambat fosforilasi Akt dan menurunkan ekspresi MMP-2 dan MMP-9. Efek ini setara dengan inhibitor PI3K komersial.
  4. Tinjauan Sistematis Aktivitas Antikanker Psidium guajava pada Melanoma dan Kanker Kulit Lainnya

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi in vitro dan in vivo (2010–2021)
    Dosis/Durasi:
    Tidak applicable (review)
    Temuan:
    Sebagian besar studi menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji dan senyawa aktifnya (kuersetin, asam galat) memiliki efek antimelanoma melalui apoptosis, antioksidan, dan inhibisi angiogenesis. Namun, belum ada uji klinis pada manusia.
  5. Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji dan Doksorubisin Meningkatkan Apoptosis pada Sel Melanoma Resisten

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel melanoma resisten doksorubisin A375/Dox (4 kombinasi dosis, 3 ulangan)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 50–100 µg/mL + doksorubisin 0,1–1 µM selama 48 jam
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak daun jambu biji (100 µg/mL) dengan doksorubisin (0,5 µM) meningkatkan apoptosis hingga 3,2 kali lipat dibandingkan doksorubisin saja, melalui peningkatan ROS dan penurunan P-glikoprotein.
  6. Meta-Analisis Efek Kuersetin terhadap Proliferasi Sel Melanoma dari Berbagai Sumber Alami

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    9 studi in vitro dengan total 42 eksperimen dosis-respons
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 1–100 µM, durasi 24–72 jam (data agregat)
    Temuan:
    Kuersetin secara signifikan menghambat proliferasi sel melanoma (efek gabungan: -1,42; 95% CI -1,78 hingga -1,06) dengan heterogenitas rendah. Efek terbesar diamati pada dosis 20–50 µM dan durasi 48 jam.
  7. Uji Klinis Fase I Ekstrak Jambu Biji pada Pasien Melanoma Stadium Lanjut: Studi Awal Keamanan dan Efek Imunomodulator

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    Uji Klinis Fase I
    Sampel:
    12 pasien melanoma stadium IIIB-IV (6 pria, 6 wanita, usia 45–70 tahun)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering daun jambu biji (setara 20 g daun segar) per oral sekali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak jambu biji dosis 500 mg/hari selama 8 minggu aman ditoleransi, tidak ada efek samping serius. Terjadi peningkatan CD8+ dan penurunan IL-10, menunjukkan potensi imunomodulator yang mendukung respons antitumor.


Cari: