Kemangi untuk Maag

Kemangi (Ocimum basilicum) untuk Maag, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Gastroprotektif Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) pada Tikus yang Diinduksi Etanol

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    24 tikus Wistar jantan, dibagi 4 kelompok (kontrol, dosis 200 mg/kg, dosis 400 mg/kg, omeprazole)
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg BB per oral selama 7 hari sebelum induksi etanol
    Temuan:
    Ekstrak daun kemangi dosis 200 dan 400 mg/kg BB secara signifikan mengurangi indeks ulkus dan meningkatkan kadar mukus lambung. Efek ini terkait dengan peningkatan aktivitas antioksidan dan penurunan sitokin pro-inflamasi.
  2. Uji Klinis Ekstrak Daun Kemangi pada Pasien Dispepsia Fungsional: Studi Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    60 pasien dispepsia fungsional (30 intervensi, 30 plasebo), usia 18–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering per hari dalam bentuk kapsul selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kemangi 500 mg per hari selama 4 minggu secara signifikan mengurangi skor gejala dispepsia dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Efek Protektif Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum) pada Tukak Lambung yang Diinduksi Aspirin pada Tikus

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, dibagi 5 kelompok (kontrol, aspirin, dosis 200 mg/kg, dosis 400 mg/kg, omeprazole)
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg BB per oral selama 14 hari, diinduksi aspirin pada hari ke-14
    Temuan:
    Ekstrak kemangi dosis 200 dan 400 mg/kg BB menunjukkan perlindungan signifikan terhadap kerusakan mukosa lambung akibat aspirin, dengan menurunkan indeks ulkus dan malondialdehid. Efek ini sebanding dengan omeprazole.
  4. Mekanisme Antiulkus Ekstrak Kemangi melalui Penghambatan Pompa Proton dan Aktivitas Antioksidan

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi In Vitro dan In Vivo
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan + sel lambung manusia (GES-1) in vitro
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kg BB per oral selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak kemangi menghambat aktivitas pompa proton (H+/K+ ATPase) dan meningkatkan enzim antioksidan. Pada tikus, dosis 300 mg/kg BB efektif mencegah ulkus yang diinduksi etanol.
  5. Tinjauan Sistematis Efek Ocimum basilicum pada Penyakit Lambung: Dari Preklinis hingga Klinis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (in vivo, in vitro, dan klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (200–500 mg/kg BB pada hewan, 500 mg/hari pada manusia)
    Temuan:
    Review sistematis menunjukkan bahwa ekstrak kemangi memiliki efek gastroprotektif melalui mekanisme antioksidan, antiinflamasi, dan antisekretori. Bukti klinis masih terbatas namun menunjukkan potensi pada dispepsia.
  6. Efek Antiinflamasi Ekstrak Kemangi pada Gastritis Akut yang Diinduksi Helicobacter pylori

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    28 tikus BALB/c yang diinfeksi H. pylori strain SS1
    Dosis/Durasi:
    250 mg/kg BB per oral selama 14 hari setelah infeksi
    Temuan:
    Ekstrak kemangi dosis 250 mg/kg BB menurunkan kolonisasi H. pylori dan menekan ekspresi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β) di mukosa lambung. Efek ini disertai perbaikan histopatologi.


Cari: