Kayu Manis untuk Maag

Kayu Manis (Cinnamomum verum) untuk Maag, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Protektif Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum verum) terhadap Tukak Lambung yang Diinduksi Etanol pada Tikus

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    Studi Praktinis (in vivo)
    Sampel:
    36 tikus Wistar jantan, berat 200-250 g
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB per oral, 7 hari sebelum induksi etanol
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kayu manis dosis 200 dan 400 mg/kg secara signifikan mengurangi indeks ulkus dan luas area tukak lambung, serta meningkatkan pH lambung dan kadar mukus. Efek protektif ini sebanding dengan omeprazol pada dosis 20 mg/kg.
  2. Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo: Suplementasi Kayu Manis pada Pasien Dispepsia Fungsional

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak Terkontrol)
    Sampel:
    60 pasien dewasa (18-65 tahun) dengan dispepsia fungsional berdasarkan kriteria Rome III
    Dosis/Durasi:
    1,5 gram bubuk kayu manis per hari dalam kapsul, selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kayu manis 1,5 g/hari selama 8 minggu secara signifikan memperbaiki skor gejala dispepsia (kembung, nyeri epigastrium, mual) dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Meta-Analisis Efek Antiulkus Tanaman Obat: Peran Protektif Kayu Manis pada Model Tukak Lambung

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 studi in vivo (tikus dan mencit) dengan total 280 hewan coba
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 100-500 mg/kgBB, durasi 5-14 hari (tergantung studi)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa ekstrak kayu manis secara signifikan menurunkan indeks ulkus (effect size -2,1) dan meningkatkan pH lambung (effect size 1,8) dibandingkan kontrol. Efek ini konsisten pada berbagai model induksi (etanol, NSAID, stres).
  4. Aktivitas Anti-Helicobacter pylori Ekstrak Cinnamomum verum dan Sinamaldehid secara In Vitro

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    10 isolat klinis Helicobacter pylori (termasuk strain resisten metronidazol dan klaritromisin)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 31,25-500 μg/mL, paparan 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak kayu manis dan sinamaldehid menunjukkan aktivitas bakterisidal terhadap H. pylori dengan MIC 62,5-125 μg/mL, termasuk pada strain yang resisten antibiotik. Efek sinergis terlihat ketika dikombinasikan dengan omeprazol.
  5. Aktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Ekstrak Kayu Manis pada Mukosa Lambung Tikus dengan Gastritis Akut

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Praktinis (in vivo)
    Sampel:
    24 tikus Sprague-Dawley jantan, induksi gastritis dengan indometasin 25 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kgBB per oral, 7 hari sebelum dan 3 hari setelah induksi indometasin
    Temuan:
    Ekstrak kayu manis dosis 300 mg/kgBB menurunkan kadar malondialdehid (MDA) dan meningkatkan aktivitas superoksida dismutase (SOD) di mukosa lambung. Ekspresi TNF-α dan IL-1β juga berkurang signifikan.
  6. Pengaruh Sinamaldehid sebagai Senyawa Aktif Kayu Manis terhadap Sekresi Asam Lambung dan Motilitas Gastrointestinal

    Tahun:
    2013
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo dan in vitro)
    Sampel:
    Bagian in vivo: 18 tikus Wistar; in vitro: sel parietal lambung tikus
    Dosis/Durasi:
    50 dan 100 mg/kgBB intraperitoneal, dosis tunggal; in vitro konsentrasi 10-100 μM
    Temuan:
    Sinamaldehid (50-100 mg/kgBB) menghambat sekresi asam lambung yang distimulasi histamin secara signifikan, serta memperlambat motilitas lambung pada model tikus. Mekanisme melibatkan antagonisme reseptor H2 dan peningkatan prostaglandin.


Cari: