Kemangi untuk Insomnia

Kemangi (Ocimum basilicum) untuk Insomnia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Sedatif dan Anxiolitik Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) pada Mencit

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    40 mencit jantan galur Swiss Webster, berat 20-30 g
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg BB, diberikan secara oral sekali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun kemangi dosis 200 dan 400 mg/kg menunjukkan efek sedatif signifikan yang setara dengan diazepam 2 mg/kg, serta menurunkan aktivitas lokomotor dan meningkatkan durasi tidur pada uji pentobarbital.
  2. Aktivitas Hipnotik Minyak Atsiri Kemangi (Ocimum basilicum) pada Tikus yang Diinduksi Insomnia

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan, berat 200-250 g, diinduksi insomnia dengan kafein
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi minyak atsiri konsentrasi 5% dan 10% selama 30 menit, diberikan setiap malam selama 14 hari
    Temuan:
    Inhalasi minyak atsiri kemangi 5% dan 10% selama 30 menit sebelum tidur memperpendek latensi tidur dan memperpanjang durasi tidur non-REM secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol.
  3. Pengaruh Aromaterapi Minyak Kemangi terhadap Kualitas Tidur pada Lansia dengan Insomnia Ringan: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 lansia (usia 60-75 tahun) dengan insomnia ringan (PSQI >5), dibagi menjadi kelompok aromaterapi dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    3 tetes minyak atsiri kemangi 2% pada diffuser selama 30 menit sebelum tidur, setiap malam selama 4 minggu
    Temuan:
    Aromaterapi minyak kemangi selama 4 minggu secara signifikan menurunkan skor PSQI (dari 8,2 menjadi 5,1) dan meningkatkan efisiensi tidur dibandingkan plasebo, tanpa efek samping berarti.
  4. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Insomnia: Fokus pada Kemangi (Ocimum basilicum) dan Tanaman Lain

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (hewan dan manusia) yang memenuhi kriteria inklusi, termasuk 3 studi khusus kemangi
    Dosis/Durasi:
    Tidak spesifik (review berbagai dosis dan durasi)
    Temuan:
    Bukti dari studi hewan dan uji klinis awal menunjukkan bahwa ekstrak dan minyak atsiri kemangi memiliki efek sedatif-hipnotik melalui modulasi reseptor GABA-A, namun masih diperlukan RCT berskala besar untuk konfirmasi.
  5. Mekanisme Molekuler Ekstrak Kemangi dalam Memodulasi Reseptor GABA-A sebagai Target Potensial Insomnia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi in vitro dan in silico
    Sampel:
    Uji binding pada membran sel CHO yang mengekspresikan subunit reseptor GABA-A α1β2γ2, serta simulasi docking dengan ligan
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi in vitro 1-100 µM; tidak ada durasi in vivo
    Temuan:
    Komponen utama kemangi (linalool dan eugenol) berikatan dengan afinitas tinggi pada situs benzodiazepin reseptor GABA-A, sehingga meningkatkan transmisi inhibitorik dan menjelaskan efek sedatifnya.


Cari: