Kayu Manis untuk Insomnia

Kayu Manis (Cinnamomum verum) untuk Insomnia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum verum) terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Diabetes Tipe 2: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2 berusia 40–65 tahun dengan keluhan insomnia ringan hingga sedang
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kayu manis (setara 5% sinamaldehida) dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak kayu manis selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan skor Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan menurunkan waktu laten tidur dibandingkan plasebo. Efek ini diduga terkait dengan perbaikan kontrol glikemik dan penurunan stres oksidatif.
  2. Meta-Analisis Pengaruh Tanaman Obat terhadap Insomnia: Fokus pada Kayu Manis, Valerian, dan Lavender

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi klinis (total 1.024 partisipan) yang mengevaluasi efek kayu manis pada parameter tidur
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, rentang dosis 250–1000 mg/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa kayu manis memberikan efek positif yang signifikan terhadap durasi tidur dan efisiensi tidur, dengan ukuran efek sedang (Hedge's g = 0.45). Efek samping minimal dan tidak berbeda dengan plasebo.
  3. Pengaruh Aromaterapi Minyak Kayu Manis terhadap Kualitas Tidur pada Lansia dengan Insomnia Primer

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Quasi-Eksperimental (Pre-Post Test)
    Sampel:
    30 lansia (usia ≥60 tahun) yang didiagnosis insomnia primer tanpa komorbiditas berat
    Dosis/Durasi:
    Aromaterapi inhalasi minyak kayu manis 5% (v/v) selama 30 menit sebelum tidur, 14 hari berturut-turut
    Temuan:
    Inhalasi minyak kayu manis 5% selama 30 menit sebelum tidur selama 14 hari secara signifikan meningkatkan skor kualitas tidur (PSQI) dan menurunkan kecemasan. Tidak ada efek samping yang dilaporkan.
  4. Studi Eksperimental pada Tikus: Ekstrak Etanol Kayu Manis Memperbaiki Gangguan Tidur Akibat Stres melalui Modulasi Sistem GABAergik

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi insomnia melalui stres kronis ringan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol kayu manis dosis 100, 200, dan 400 mg/kg/hari secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kayu manis (200 mg/kg) meningkatkan durasi tidur non-REM dan menurunkan fragmentasi tidur. Efek ini disertai peningkatan ekspresi reseptor GABA-A di hipotalamus.
  5. Systematic Review: Efek Kayu Manis terhadap Gangguan Tidur pada Kondisi Metabolik dan Neurologis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    23 studi (16 pada manusia, 7 pada hewan) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak dirangkum secara tunggal, dosis bervariasi 250–2000 mg/hari selama 2–16 minggu
    Temuan:
    Bukti yang konsisten menunjukkan bahwa kayu manis dapat memperbaiki kualitas tidur pada pasien dengan diabetes, sindrom metabolik, dan gangguan kecemasan. Mekanisme yang diusulkan meliputi regulasi serotonin, anti-inflamasi, dan perbaikan sensitivitas insulin.
  6. Pengaruh Konsumsi Kayu Manis terhadap Pola Tidur pada Wanita Pascamenopause: Uji Klinis Eksploratif

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Uji Klinis Eksploratif (Single-Arm)
    Sampel:
    25 wanita pascamenopause (usia 50–65 tahun) dengan keluhan insomnia terkait hot flashes
    Dosis/Durasi:
    3 gram bubuk kayu manis diseduh dalam 200 ml air panas, diminum 1 jam sebelum tidur selama 8 minggu
    Temuan:
    Konsumsi teh kayu manis 3 gram/hari selama 8 minggu menurunkan frekuensi terbangun malam hari dan meningkatkan skor kualitas tidur subjektif. Perbaikan juga terlihat pada skor hot flash.


Cari: