Kemangi untuk Hipertensi

Kemangi (Ocimum basilicum) untuk Hipertensi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Kemangi (Ocimum basilicum) terhadap Tekanan Darah: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    5 studi dengan total 342 partisipan yang menderita hipertensi ringan hingga sedang
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 300–1000 mg/hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak kemangi secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 8,2 mmHg dan diastolik 5,1 mmHg dibandingkan plasebo. Temuan ini mengonfirmasi potensi kemangi sebagai terapi adjuvant untuk hipertensi.
  2. Uji Acak Terkendali Ganda Tersamar Pengaruh Ekstrak Daun Kemangi terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Derajat 1

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien hipertensi derajat 1 (usia 35–65 tahun) yang belum mendapatkan terapi obat
    Dosis/Durasi:
    500 mg/hari, 12 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang menerima ekstrak kemangi 500 mg/hari selama 12 minggu menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan (p<0,01) dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan selama penelitian.
  3. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Hipertensi: Fokus pada Spesies Ocimum

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (8 studi hewan dan 4 uji klinis pada manusia) yang mengevaluasi efek antihipertensi Ocimum
    Dosis/Durasi:
    Tidak disebutkan secara spesifik karena sifat review
    Temuan:
    Tinjauan sistematis menemukan bukti awal yang menjanjikan untuk efek antihipertensi dari Ocimum basilicum, terutama melalui mekanisme penghambatan ACE dan vasodilatasi. Namun, kualitas uji klinis yang ada masih terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut.
  4. Pengaruh Suplementasi Kemangi terhadap Tekanan Darah pada Pasien Sindrom Metabolik: Uji Acak Terkendali Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien sindrom metabolik (40 per kelompok) dengan tekanan darah tinggi borderline
    Dosis/Durasi:
    1 g/hari, 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kemangi 1 gram/hari selama 8 minggu secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 7,5 mmHg dan meningkatkan fungsi endotel. Efek ini disertai perbaikan profil lipid dan sensitivitas insulin.
  5. Efek Ekstrak Daun Kemangi terhadap Tekanan Darah pada Pasien Diabetes Tipe 2 dengan Hipertensi Ringan

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 pasien diabetes tipe 2 yang juga menderita hipertensi ringan (tekanan darah sistolik 130–139 mmHg)
    Dosis/Durasi:
    600 mg/hari (300 mg dua kali sehari), 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kemangi 600 mg/hari (300 mg dua kali sehari) selama 12 minggu menghasilkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan dibandingkan plasebo. Kadar glukosa darah puasa juga menunjukkan perbaikan yang bermakna.
  6. Efek Antihipertensi dari Minyak Atsiri Kemangi pada Pasien Hipertensi Esensial: Uji Klinis Fase II

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 pasien hipertensi esensial derajat 1–2 (20 per kelompok) yang tidak menggunakan obat antihipertensi lain
    Dosis/Durasi:
    200 mg/hari, 8 minggu
    Temuan:
    Minyak atsiri kemangi yang diberikan secara oral 200 mg/hari selama 8 minggu menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang moderat namun signifikan (p<0,05). Efek vasodilatasi yang dimediasi oleh linalool diduga sebagai mekanisme utama.


Cari: