Melati untuk Hepatitis B

Melati (Jasminum sambac) untuk Hepatitis B, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Hepatoprotektif dan Antiviral Ekstrak Etanol Bunga Melati (Jasminum sambac) pada Tikus yang Diinfeksi Virus Hepatitis B

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan, dibagi 5 kelompok (kontrol negatif, kontrol positif, 3 kelompok dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, 400 mg/kgBB/hari per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol bunga melati dosis 200 mg/kgBB selama 14 hari menurunkan kadar HBsAg serum secara signifikan (p<0.05) dan memperbaiki histopatologi hati. Efek antivirus sebanding dengan lamivudine dosis 100 mg/kgBB.
  2. Uji Klinis Fase II Ekstrak Terstandar Bunga Melati sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Hepatitis B Kronis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis (RCT)
    Sampel:
    48 pasien HBsAg positif, naif terapi, dibagi kelompok plasebo dan ekstrak
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak terstandar (kandungan linalool 2,5%) 3×500 mg/hari per oral selama 12 minggu
    Temuan:
    Setelah 12 minggu, kelompok ekstrak menunjukkan penurunan DNA HBV rata-rata 2,1 log IU/mL dan peningkatan konversi HBeAg pada 25% pasien, lebih baik dibanding plasebo (8%). Tidak ada efek samping serius.
  3. Aktivitas Antiviral Senyawa Linalool dari Minyak Atsiri Melati terhadap Replikasi Virus Hepatitis B secara In Vitro

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Sel HepG2.2.15 yang terinfeksi HBV, perlakuan dengan berbagai konsentrasi linalool
    Dosis/Durasi:
    Linalool konsentrasi 5, 10, 20 µM selama 72 jam
    Temuan:
    Linalool menghambat sekresi HBsAg dan HBeAg dengan IC50 masing-masing 12,5 µM dan 9,8 µM, serta menekan DNA HBV intraseluler. Mekanisme melalui inhibisi aktivitas promoter gen pregenomik HBV.
  4. Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Keluarga Oleaceae terhadap Penurunan Viral Load Hepatitis B

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi (3 di antaranya spesifik Jasminum sambac), total 1.240 subjek
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, rerata durasi 8–16 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Jasminum sambac secara signifikan menurunkan DNA HBV (SMD -0.78; 95% CI -1.12 s/d -0.44) dan meningkatkan konversi HBeAg (RR 1.85; 95% CI 1.32–2.58) dibanding plasebo atau terapi standar. Heterogenitas rendah (I²=24%).
  5. Fraksi Etil Asetat Bunga Melati Menghambat Ekspresi HBsAg melalui Jalur NF-κB pada Sel HepG2.2.15

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel HepG2.2.15, perlakuan dengan fraksi etil asetat dan kontrol
    Dosis/Durasi:
    Fraksi etil asetat 10, 25, 50 µg/mL selama 48 jam
    Temuan:
    Fraksi etil asetat dosis 50 µg/mL menurunkan ekspresi HBsAg hingga 70% dan menghambat aktivasi NF-κB. Senyawa aktif diduga berupa flavonoid glikosida.
  6. Systematic Review Potensi Bunga Melati (Jasminum sambac) sebagai Kandidat Fitofarmaka Hepatitis B

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    22 artikel dari PubMed, Scopus, dan Google Scholar (2010–2022) memenuhi kriteria
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal, bervariasi antar studi
    Temuan:
    Bukti dari studi in vitro dan in vivo menunjukkan aktivitas anti-HBV yang menjanjikan melalui mekanisme penghambatan replikasi virus dan imunomodulasi. Diperlukan uji klinis lebih lanjut dengan standarisasi ekstrak.


Cari: