Pegagan untuk Hepatitis B

Pegagan (Centella asiatica) untuk Hepatitis B, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antivirus Ekstrak Centella asiatica terhadap Virus Hepatitis B

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Sel HepG2.2.15 yang terinfeksi HBV
    Dosis/Durasi:
    50–200 μg/mL selama 72 jam
    Temuan:
    Ekstrak Centella asiatica menghambat replikasi DNA HBV secara signifikan pada konsentrasi 50–200 μg/mL. Senyawa asiatic acid diduga sebagai komponen aktif utama yang bertanggung jawab terhadap efek antivirus.
  2. Efek Hepatoprotektif Centella asiatica pada Tikus yang Diinduksi Hepatitis B

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi hewan
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg/hari selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Centella asiatica dosis 200 mg/kg/hari selama 14 hari menurunkan kadar ALT dan AST serta menghambat replikasi HBV di hati tikus. Efek hepatoprotektif terkait dengan peningkatan aktivitas antioksidan dan modulasi respons imun.
  3. Uji Klinis Acak Terkontrol Ekstrak Centella asiatica pada Pasien Hepatitis B Kronis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji klinis acak terkontrol
    Sampel:
    60 pasien hepatitis B kronis (30 per kelompok)
    Dosis/Durasi:
    500 mg/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Centella asiatica 500 mg/hari selama 12 minggu menurunkan kadar HBsAg dan HBV DNA secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan selama penelitian.
  4. Tinjauan Sistematis Obat Herbal untuk Hepatitis B: Fokus pada Centella asiatica

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (in vitro, hewan, dan klinis)
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (tinjauan)
    Temuan:
    Tinjauan sistematis menunjukkan bahwa Centella asiatica memiliki potensi antivirus dan hepatoprotektif terhadap hepatitis B, namun bukti klinis masih terbatas. Diperlukan uji klinis lebih besar dengan durasi lebih panjang untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanan.
  5. Meta-Analisis Efektivitas Centella asiatica pada Parameter Laboratorium Hepatitis B

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi dengan total 412 subjek
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (200–500 mg/hari selama 4–12 minggu)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa Centella asiatica secara signifikan menurunkan HBV DNA (SMD -1,23; 95% CI -1,89 hingga -0,57) dan ALT (SMD -0,89; 95% CI -1,45 hingga -0,33) dibandingkan kontrol. Heterogenitas antar studi rendah hingga sedang.
  6. Pengaruh Kombinasi Centella asiatica dan Tenofovir terhadap Replikasi HBV secara In Vitro

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Sel HepG2.2.15
    Dosis/Durasi:
    100 μg/mL ekstrak + 10 μM tenofovir selama 48 jam
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak Centella asiatica (100 μg/mL) dan tenofovir (10 μM) menunjukkan efek sinergis dalam menghambat replikasi HBV, dengan indeks kombinasi <1. Mekanisme melibatkan peningkatan apoptosis sel yang terinfeksi.


Cari: