Adas untuk Diabetes

Adas (Foeniculum vulgare) untuk Diabetes, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek suplementasi bubuk biji adas (Foeniculum vulgare) terhadap kontrol glikemik dan profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe 2: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2 (30 intervensi, 30 plasebo), usia 35–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    5 g bubuk biji adas per hari dalam kapsul, selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian bubuk biji adas 5 g/hari selama 12 minggu secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan kolesterol LDL dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Pengaruh ekstrak biji adas terhadap kadar glukosa darah dan profil lipid pada pasien diabetes tipe 2: uji klinis acak

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    48 pasien diabetes tipe 2 (24 intervensi, 24 plasebo), dengan HbA1c 7–10%
    Dosis/Durasi:
    100 mg ekstrak biji adas (dalam bentuk kapsul) per hari, selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak biji adas (100 mg/hari) selama 8 minggu menurunkan glukosa darah puasa dan meningkatkan sensitivitas insulin secara signifikan. Profil lipid juga membaik dengan penurunan trigliserida.
  3. Efek antidiabetes ekstrak biji adas (Foeniculum vulgare) pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotosin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan (6 kelompok, n=5 per kelompok), diabetes diinduksi dengan streptozotosin 45 mg/kgBB
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB ekstrak etanol biji adas per oral per hari, selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol biji adas dosis 200 mg/kgBB/hari selama 21 hari secara signifikan menurunkan glukosa darah dan meningkatkan kadar insulin serum. Aktivitas antioksidan juga meningkat dengan penurunan MDA dan peningkatan GSH.
  4. Efek adas (Foeniculum vulgare) terhadap indeks glikemik: sistematik review dan meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    6 studi dengan total 312 partisipan (semua pasien diabetes tipe 2 atau prediabetes)
    Dosis/Durasi:
    Beragam, dosis 1–5 g/hari, durasi 4–12 minggu (data dikumpulkan dari studi primer)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan suplementasi adas secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa (MD -18.2 mg/dL) dan HbA1c (MD -0.4%) dibandingkan plasebo. Efek lebih nyata pada dosis ≥2 g/hari dan durasi ≥8 minggu.
  5. Tinjauan sistematis potensi antidiabetes Foeniculum vulgare Mill. pada studi in vivo dan in vitro

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Tidak ada (studi review yang mencakup 14 artikel eksperimental dan klinis)
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi review)
    Temuan:
    Tinjauan sistematis ini mengkonfirmasi aktivitas antidiabetes adas melalui mekanisme peningkatan sekresi insulin, penghambatan enzim α-glukosidase, dan perbaikan stres oksidatif. Mayoritas studi menunjukkan penurunan glukosa darah yang signifikan.
  6. Perbaikan toleransi glukosa dan sensitivitas insulin oleh ekstrak biji adas pada tikus diabetes tipe 2

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    24 tikus Sprague-Dawley jantan, diabetes tipe 2 diinduksi dengan diet tinggi lemak dan streptozotosin dosis rendah
    Dosis/Durasi:
    100 dan 200 mg/kgBB ekstrak biji adas per oral per hari, selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak biji adas dosis 100 dan 200 mg/kgBB selama 4 minggu secara signifikan meningkatkan toleransi glukosa dan sensitivitas insulin. Ekspresi gen GLUT4 di jaringan otot juga meningkat.


Cari: