Kenanga untuk Asma

Kenanga (Cananga odorata) untuk Asma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Anti-Asma Minyak Esensial Kenanga pada Mencit Asma yang Diinduksi Ovalbumin

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 mencit Balb/c jantan, dibagi 5 kelompok (kontrol, ovalbumin, dan tiga dosis minyak esensial)
    Dosis/Durasi:
    25, 50, dan 100 mg/kg BB intraperitoneal selama 14 hari setelah induksi ovalbumin
    Temuan:
    Minyak esensial kenanga secara signifikan mengurangi infiltrasi eosinofil, kadar IgE total, dan ekspresi sitokin Th2 (IL-4, IL-5) pada cairan bronkoalveolar. Efek ini sebanding dengan deksametason sebagai kontrol positif.
  2. Aktivitas Bronkodilator Ekstrak Bunga Kenanga pada Trakea Marmut Terisolasi

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Trakea dari 15 marmut dewasa, dikontraksikan dengan asetilkolin dan histamin
    Dosis/Durasi:
    0,01–10 mg/mL, diamati selama 30 menit setelah pemberian
    Temuan:
    Ekstrak etanol bunga kenanga menunjukkan efek relaksasi yang bergantung pada konsentrasi, dengan mekanisme melibatkan jalur siklooksigenase dan pelepasan oksida nitrat. Efek maksimal mencapai 80% relaksasi dibandingkan teofilin.
  3. Uji Klinis Acak Terkontrol Aromaterapi Kenanga pada Fungsi Paru Pasien Asma Ringan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien asma ringan-sedang (usia 18–60 tahun), dibagi kelompok aromaterapi (n=30) dan plasebo (n=30)
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak esensial 2% dalam diffuser selama 20 menit, 2 kali sehari, selama 8 minggu
    Temuan:
    Aromaterapi minyak kenanga 2% selama 8 minggu meningkatkan FEV1 dan FVC secara signifikan dibandingkan plasebo, serta menurunkan frekuensi penggunaan obat pelega harian.
  4. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Asma di Asia Tenggara

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    45 studi (in vitro, in vivo, dan klinis) termasuk 4 studi spesifik tentang Cananga odorata
    Dosis/Durasi:
    Tidak disebutkan secara spesifik dalam tinjauan
    Temuan:
    Cananga odorata menunjukkan bukti preklinis yang menjanjikan sebagai agen anti-asma melalui mekanisme anti-inflamasi dan bronkodilator, namun uji klinis masih sangat terbatas dan belum cukup untuk rekomendasi terapi.
  5. Meta-Analisis Minyak Esensial untuk Asma: Fokus pada Mekanisme Anti-Inflamasi

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    18 studi (5 RCT, 13 eksperimental) dengan total 1.200 subjek; termasuk 2 studi tentang Cananga odorata
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (dosis oral 25–200 mg/kg, inhalasi 1–5%)
    Temuan:
    Minyak esensial, termasuk kenanga, secara signifikan menurunkan kadar TNF-α dan IL-6 dalam model asma, tetapi efek klinis pada FEV1 masih heterogen. Meta-analisis menunjukkan potensi sebagai terapi adjuvan.
  6. Inhibisi Degranulasi Sel Mast oleh Minyak Esensial Kenanga secara In Vitro

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel mast RBL-2H3 (garis sel basofil tikus) dan sel mast primer dari jaringan paru tikus
    Dosis/Durasi:
    10–100 μg/mL, diinkubasi selama 30 menit sebelum stimulasi dengan IgE
    Temuan:
    Minyak esensial kenanga menghambat pelepasan histamin dan β-heksosaminidase dengan IC50 sekitar 50 μg/mL, serta menekan aktivasi jalur NF-κB. Efek ini terkait dengan kandungan linalool dan benzil asetat.


Cari: