Jinten untuk Asma

Jinten (Cuminum cyminum) untuk Asma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Ekstrak Jinten terhadap Fungsi Paru pada Pasien Asma Ringan-Sedang: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien asma ringan-sedang (usia 18–60 tahun, 32 perempuan dan 28 laki-laki)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak jinten (standar 2,5% cuminaldehyde) per hari dalam kapsul, selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak jinten selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan FEV1 dan mengurangi frekuensi gejala asma dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Pengaruh Minyak Atsiri Jinten pada Remodeling Saluran Napas pada Model Tikus Asma

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi eksperimental hewan
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan (berat 200–250 g) yang diinduksi ovalbumin untuk asma kronis
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg BB minyak atsiri jinten (per oral), diberikan setiap hari selama 21 hari
    Temuan:
    Minyak atsiri jinten dosis 100 mg/kg BB secara oral mengurangi penebalan otot polos saluran napas, deposisi kolagen, dan infiltrasi eosinofil peribronkial. Efek ini setara dengan deksametason 1 mg/kg.
  3. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Efek Herbal Anti-Inflamasi pada Asma: Fokus pada Jinten

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi (termasuk 3 uji klinis dan 2 studi hewan tentang jinten) dengan total 1.200 partisipan manusia dan 150 hewan
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antar studi (rentang 300–1000 mg/hari ekstrak jinten, durasi 4–12 minggu)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa herbal anti-inflamasi, termasuk jinten, secara signifikan mengurangi risiko eksaserbasi asma (RR 0,72; 95% CI 0,58–0,89) dan meningkatkan skor kualitas hidup. Jinten memiliki efek bronkodilator tambahan yang tidak ditemukan pada herbal lain.
  4. Mekanisme Anti-Asma dari Cuminaldehyde, Senyawa Aktif Jinten, melalui Penghambatan Jalur NF-κB pada Sel Epitel Bronkus Manusia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Sel epitel bronkus manusia (garis sel BEAS-2B) yang distimulasi IL-13 untuk menginduksi fenotipe asma
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10, 25, dan 50 µM cuminaldehyde, diinkubasi 24 jam sebelum dan selama stimulasi IL-13
    Temuan:
    Cuminaldehyde (10–50 µM) menghambat produksi IL-6, IL-8, dan eotaksin secara dosis-dependent serta mencegah translokasi nuklir NF-κB p65. Ini menunjukkan mekanisme anti-inflamasi langsung pada epitel saluran napas.
  5. Efek Kombinasi Jinten dan Kunyit pada Kontrol Asma pada Pasien Dewasa: Uji Klinis Fase II

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Uji klinis fase II
    Sampel:
    40 pasien asma persisten sedang (usia 25–65 tahun, tidak menggunakan steroid oral)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak jinten (setara 10 mg cuminaldehyde) + 500 mg kurkuminoid per hari, dalam kapsul, selama 12 minggu
    Temuan:
    Kombinasi jinten (500 mg) dan kunyit (500 mg) selama 12 minggu menurunkan penggunaan β2-agonis pelepasan cepat sebesar 40% dan meningkatkan nilai PEF pagi hari. Kadar IgE total juga menurun secara signifikan.
  6. Pengaruh Ekstrak Air Jinten terhadap Respons Bronkial Hiperreaktivitas pada Tikus Asma

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi eksperimental hewan
    Sampel:
    24 tikus Wistar jantan (berat 180–220 g) yang diinduksi ovalbumin dan aluminium hidroksida
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg BB ekstrak air jinten (per oral), diberikan setiap hari selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak air jinten dosis 400 mg/kg BB secara signifikan menurunkan hiperreaktivitas bronkial terhadap metakolin dan menekan kadar IgE spesifik ovalbumin serum. Dosis 200 mg/kg juga efektif namun lebih ringan.


Cari: