Kayu Manis untuk Asma

Kayu Manis (Cinnamomum verum) untuk Asma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum verum) pada Model Asma Alergi Tikus

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley, diinduksi ovalbumin untuk menghasilkan asma alergi
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kayu manis secara signifikan menurunkan jumlah eosinofil dan kadar IgE total dalam cairan lavage bronkoalveolar. Selain itu, ekspresi sitokin pro-inflamasi IL-4 dan IL-13 juga menurun.
  2. Uji Klinis Acak Terkontrol: Suplementasi Sinamaldehida pada Pasien Asma Ringan-Sedang

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    48 pasien asma ringan-sedang (usia 18-60 tahun), dibagi menjadi kelompok sinamaldehida dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    Sinamaldehida 20 mg kapsul oral sekali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi sinamaldehida (20 mg/hari) selama 8 minggu memperbaiki nilai FEV1 dan mengurangi frekuensi penggunaan inhaler beta-agonis. Kadar CRP serum juga menurun signifikan.
  3. Meta-Analisis: Efek Kayu Manis terhadap Penanda Inflamasi pada Penyakit Saluran Napas

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi (total 412 subjek) yang meneliti efek kayu manis pada asma dan PPOK
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 500 mg - 3 g/hari, durasi 4-12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa intervensi kayu manis secara signifikan menurunkan kadar TNF-α dan IL-6, serta meningkatkan kapasitas antioksidan total. Efek terlihat lebih besar pada dosis ≥ 1 g/hari dan durasi ≥ 8 minggu.
  4. Pengaruh Ekstrak Kulit Kayu Manis terhadap Respons Bronkodilatasi pada Tikus Asma

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo dan in vitro)
    Sampel:
    20 tikus Wistar yang diinduksi asma dengan metakolin, dan uji kontraksi trakea terisolasi
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak air 100, 200, 400 mg/kgBB oral selama 14 hari; in vitro 0,1-100 μg/mL
    Temuan:
    Ekstrak kayu manis dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efek bronkodilatasi yang setara dengan teofilin pada model in vivo. Secara in vitro, ekstrak menghambat kontraksi trakea yang diinduksi histamin.
  5. Systematic Review: Potensi Terapi Kayu Manis pada Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (12 in vivo, 3 klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak dirangkum karena bervariasi antar studi
    Temuan:
    Tinjauan sistematis menyimpulkan bahwa kayu manis dan sinamaldehida memiliki efek anti-inflamasi, antioksidan, dan bronkodilatasi yang mendukung penggunaannya sebagai terapi adjuvan pada asma. Namun, bukti klinis masih terbatas dan memerlukan studi lebih lanjut.


Cari: