Kayu Manis untuk Anemia

Kayu Manis (Cinnamomum verum) untuk Anemia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Kayu Manis (Cinnamomum verum) terhadap Kadar Hemoglobin pada Wanita dengan Anemia Defisiensi Besi: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 wanita usia 18-45 tahun dengan anemia defisiensi besi (Hb <12 g/dL)
    Dosis/Durasi:
    3 gram bubuk kayu manis per hari dalam bentuk kapsul selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kayu manis 3 g/hari selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin dan feritin serum dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Pengaruh Kayu Manis terhadap Parameter Hematologi: Sebuah Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji klinis acak dengan total 1.200 partisipan (termasuk pasien diabetes, anemia, dan sehat)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, rerata dosis 3 g/hari selama 8-16 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi kayu manis secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin (rata-rata peningkatan 0,4 g/dL) dan hematokrit. Efek lebih besar terlihat pada dosis ≥3 g/hari dan durasi ≥8 minggu.
  3. Tinjauan Sistematis Efek Kayu Manis (Cinnamomum verum) terhadap Anemia pada Populasi Rentan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (RCT, kohort, dan cross-sectional) dengan total 2.500 partisipan dari berbagai negara
    Dosis/Durasi:
    Tidak seragam, rentang dosis 1-6 g/hari selama 4-24 minggu
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan efek positif kayu manis terhadap peningkatan hemoglobin dan status besi, terutama pada wanita hamil dan remaja. Namun, kualitas studi bervariasi dan diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang ketat.
  4. Hubungan Konsumsi Kayu Manis dengan Status Anemia pada Pasien Diabetes Tipe 2: Studi Potong Lintang

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Cross-sectional
    Sampel:
    200 pasien diabetes tipe 2 berusia 40-65 tahun di rumah sakit
    Dosis/Durasi:
    Konsumsi rutin minimal 1 sendok teh (≈2,5 g) per hari selama minimal 6 bulan
    Temuan:
    Pasien yang mengonsumsi kayu manis secara rutin (≥1 sendok teh/hari) memiliki kadar hemoglobin yang lebih tinggi dan prevalensi anemia yang lebih rendah dibandingkan yang tidak mengonsumsi. Hubungan ini tetap signifikan setelah dikontrol untuk asupan zat besi.
  5. Efek Ekstrak Air Kayu Manis terhadap Eritropoiesis pada Tikus Model Anemia Defisiensi Besi

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental (Hewan)
    Sampel:
    40 tikus Wistar jantan yang diinduksi anemia defisiensi besi
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB ekstrak air kayu manis per oral setiap hari selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak air kayu manis dosis 200 mg/kgBB selama 28 hari meningkatkan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan hematokrit secara signifikan. Efek ini sebanding dengan suplementasi zat besi.


Cari: