Kategori: Gynecology
Advertisement
Zingiber officinale, yang lebih dikenal sebagai jahe, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah rimpangnya, yang memiliki bentuk gemuk, bercabang, dan berserat dengan aroma khas yang tajam. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah tropis dengan curah hujan tinggi dan suhu hangat, biasanya mencapai ketinggian 30–100 cm dengan daun sempit memanjang. Secara botani, jahe berkembang biak secara vegetatif melalui rimpang, bukan biji, sehingga setiap segmen rimpang yang ditanam dapat tumbuh menjadi individu baru. Rimpang jahe mengandung senyawa aktif utama seperti gingerol, shogaol, dan zingeron yang bertanggung jawab atas rasa pedas dan manfaat kesehatannya.
Nama Lain: Halia (Malaysia), Adrak (India), Jiang (China), Shoga (Jepang), Khing (Thailand)
Cinnamomum cassia, yang dikenal luas sebagai kayu manis Cina atau cassia, merupakan pohon hijau abadi dari famili Lauraceae yang berasal dari wilayah selatan Tiongkok, Myanmar, dan Vietnam. Berbeda dengan Cinnamomum verum (kayu manis Ceylon), cassia memiliki kulit kayu yang lebih tebal, kasar, dan berwarna cokelat kemerahan dengan tekstur yang lebih keras. Daunnya berbentuk oval memanjang dengan tiga urat daun yang menonjol, serta menghasilkan bunga kecil berwarna putih kekuningan dalam malai. Bagian yang paling bernilai adalah kulit kayu bagian dalam yang dikeringkan, yang kemudian digulung menjadi batang kayu manis atau digiling menjadi bubuk.
Nama Lain: Cinnamon (United States), Chinese cinnamon (United Kingdom), Ròu guì (China), Kayu manis cina (Indonesia), Quế (Vietnam)
Glycyrrhiza uralensis, yang dikenal luas sebagai Chinese Licorice atau Gan Cao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal dan berwarna cokelat kekuningan merupakan bagian yang paling bernilai secara medis. Secara morfologi, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi satu meter, dengan daun majemuk menyirip dan bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Rasa manis khas dari akar licorice berasal dari senyawa glisirizin yang 50 kali lebih manis daripada gula tebu, menjadikannya salah satu tanaman obat paling ikonik dalam khazanah botanika.
Nama Lain: Gan Cao (China), Kanzo (Japan), Gamcho (South Korea), Ural licorice (Russia), Mongolian licorice (Mongolia)
Rehmannia glutinosa, yang lebih dikenal sebagai rehmannia atau Chinese foxglove, adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari Tiongkok dan Korea. Habitat aslinya meliputi lereng bukit dan area terbuka di dataran tinggi, di mana ia tumbuh setinggi 30–60 cm dengan akar tunggang yang tebal dan berdaging. Daunnya berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan permukaan yang sedikit berbulu, sementara bunganya berbentuk lonceng berwarna ungu kemerahan yang menyerupai bunga foxglove. Tanaman ini telah dibudidayakan secara luas di Asia Timur, terutama karena akarnya yang bernilai tinggi dalam pengobatan tradisional Tiongkok, di mana dikenal sebagai di huang atau sheng di huang (akar mentah) dan shu di huang (akar yang diproses).
Nama Lain: Di Huang (China), Jiō (Japan), Jihwang (South Korea), Địa hoàng (Vietnam), Chinese foxglove (United Kingdom)
Akar Paeonia lactiflora, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Bai Shao, berasal dari tanaman peoni putih yang termasuk dalam famili Paeoniaceae. Tanaman herba menahun ini tumbuh liar di kawasan Asia Timur, terutama di Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Bagian yang digunakan secara medis adalah akar yang telah dikupas dan dikeringkan. Dalam sistem pengobatan Tionghoa, Bai Shao dikategorikan sebagai ramuan yang bersifat sedikit dingin, berasa asam dan pahit, serta masuk ke meridian hati dan limpa. Khasiat utamanya adalah menyehatkan darah, mengatur sirkulasi energi (qi), dan meredakan nyeri, terutama yang berkaitan dengan ketidakseimbangan fungsi hati dan darah.
Nama Lain: Shakuyaku (Jepang), Jak-yak (Korea), Pivoine blanche (Prancis), Peonía blanca (Spanyol)
- Kampo Formulations for Prescription 2024