Kayu Susu Hutan

Alstonia spectabilis
Nama
Kayu Susu Hutan
Nama Latin/Ilmiah
Alstonia spectabilis
Bagian Digunakan
Getah.
Rasa
Pahit
Nama Lain
Pulai (Malaysia), milkwood (Australia), white cheesewood (Papua Nugini), dita (Filipina), cây sữa (Vietnam).
Asal
Asal usul kayu susu hutan (Alstonia spectabilis) bukan endemik satu wilayah; tersebar di Asia Tenggara hingga Australia timur laut dan Kepulauan Solomon, meliputi Thailand, Malaysia, Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Filipina, Ke
Kandungan Utama
Alkaloid indol, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kayu Susu Hutan

Kayu Susu Hutan (Alstonia spectabilis) adalah pohon dari famili Apocynaceae, genus Alstonia, yang tersebar di kawasan Asia Tenggara, Malesia, Papua New Guinea, hingga Australia tropis. Namanya merujuk pada getah putih seperti susu (lateks) yang keluar ketika kulit batangnya dilukai. Jenis ini umumnya tumbuh di hutan dataran rendah, hutan rawa, tepi sungai, dan area terganggu, mulai dari permukaan laut hingga perbukitan rendah.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Sep 2026 - 16:00:49
 

II. Ciri-ciri Kayu Susu Hutan

Tumbuh subur di hutan hujan tropis, biasanya di dataran rendah sampai ketinggian menengah. Tanaman ini suka tanah yang subur dan sering ditemukan di area hutan yang agak terbuka atau pinggiran hutan. Karakteristik/ciri-ciri Kayu Susu Hutan (Alstonia spectabilis):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohon besar yang bisa tumbuh tinggi, kulit batangnya punya tekstur kasar, pecah-pecah, dan kalau dilukai akan mengeluarkan getah putih seperti susu.
Daun Bentuknya lonjong atau memanjang, tersusun melingkar (berkarang) di setiap ruas ranting, tekstur daunnya agak kaku dengan warna hijau mengkilap.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna putih atau krem, dan biasanya tumbuh dalam kelompok (malai) di ujung ranting, punya aroma yang cukup khas.
Buah Buahnya berbentuk polong yang panjang dan ramping, menggantung berpasangan. Kalau sudah matang, polong ini bakal pecah dan mengeluarkan biji-biji yang punya rambut halus supaya gampang terbang terbawa angin.

III. Manfaat Kayu Susu Hutan

8 Manfaat Kayu Susu Hutan untuk kesehatan.

  1. Antibakteri (Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa)

    Alkaloid indol dan flavonoid mengganggu integritas membran sel bakteri, menghambat sintesis asam nukleat, dan menginhibisi enzim DNA gyrase/topoisomerase; flavonoid juga dapat menghambat efflux pump dan formasi biofilm.

    Senyawa Aktif: Alstonine, Alstonidine, Flavonoid (kuersetin/kaempferol)
    Tampilkan
  2. Antioksidan

    Flavonoid dan alkaloid bertindak sebagai scavenger radikal bebas (DPPH, ABTS), meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) melalui aktivasi Nrf2/ARE, dan menghambat peroksidasi lipid.

    Senyawa Aktif: Alstonine, Flavonoid, Asam fenolat
    Tampilkan
  3. Antimalaria

    Alkaloid indol menghambat pembentukan hemozoin (β-hematin) dan mengganggu fungsi mitokondria parasit, serta menghasilkan stres oksidatif pada Plasmodium falciparum.

    Senyawa Aktif: Alstonine, Alstonidine, Alstospectine
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kayu Susu Hutan

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kayu Susu Hutan.

  1. Alstospectabiline

    Golongan: Alkaloid indol (bisindol)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Sitotoksik In Vitro Terhadap Sel KB (karsinoma Epidermoid Oral Manusia); Antiplasmodial In Vitro Terhadap Plasmodium Falciparum..
    Tampilkan
  2. Alstophylline

    Golongan: Alkaloid indol
    Bagian Tanaman: Daun, kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiplasmodial In Vitro; Potensi Sitotoksik Terhadap Beberapa Sel Kanker..
    Tampilkan
  3. Alstonerine

    Golongan: Alkaloid indol
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Sitotoksik In Vitro Terhadap Beberapa Sel Kanker; Antiplasmodial In Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Efek Samping Kayu Susu Hutan

Kayu Susu Hutan (Alstonia spectabilis) adalah tanaman herbal yang dikenal dalam pengobatan tradisional, namun bagian-bagian tanamannya mengandung berbagai senyawa alkaloid aktif yang poten, seperti ditamin, alstonin, dan echitamin. Konsumsi ekstrak tanaman ini dapat memicu berbagai efek samping sistemik, terutama pada sistem pencernaan dan kardiovaskular. Gejala keracunan ringan hingga sedang yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, diare akut, kram perut, serta penurunan nafsu makan akibat iritasi langsung pada mukosa lambung oleh senyawa aktif alkaloid tersebut.

Baca Semua Efek Samping

Rumput Kebar

Biophytum petersianum

Daun Bungur

Lagerstroemia speciosa

Cari: