Cassia Occidentalis

Senna occidentalis
Nama
Cassia Occidentalis
Nama Latin/Ilmiah
Senna occidentalis
Famili
Bagian Digunakan
Daun, Biji, dan Polong Muda.
Rasa
Pahit
Nama Lain
Coffee senna (Amerika Serikat), kasundi (India), fedegoso (Brazil), andadasi (Filipina), kasingsih (Indonesia)
Asal
Amerika tropis, terutama Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Kandungan Utama
Antrakuinon, glikosida antrakuinon, flavonoid, alkaloid, tanin.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Cassia Occidentalis

Senna occidentalis, yang sebelumnya dikenal sebagai Cassia occidentalis, adalah tumbuhan perdu dari keluarga Fabaceae yang tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini sering dianggap gulma di lahan pertanian, tetapi memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional. Daun, akar, dan bijinya mengandung senyawa antrakuinon, flavonoid, dan alkaloid yang memberikan aktivitas antioksidan, antimikroba, dan hepatoprotektif. Meskipun demikian, biji dan daunnya juga diketahui mengandung toksin yang dapat menyebabkan kerusakan hati dan otot jika dikonsumsi berlebihan atau tanpa pengolahan yang tepat, terutama pada ternak.

Baca Lebih Lanjut
Update: 25 Agu 2026 - 03:41:08
 

II. Ciri-ciri Cassia Occidentalis

Tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis. Sering ditemukan jadi gulma di pinggir jalan, ladang, lahan kosong, atau area yang agak berpasir karena tanaman ini cukup tangguh dan cepat beradaptasi. Karakteristik/ciri-ciri Cassia Occidentalis (Senna occidentalis):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuh sebagai terna atau semak pendek yang tingginya bisa mencapai 1-2 meter.
Batang Batangnya berwarna hijau agak kemerahan atau keunguan, bentuknya silindris, dan bercabang banyak.
Daun Daunnya majemuk menyirip ganjil. Tiap tangkai daun punya 3-5 pasang anak daun yang bentuknya lonjong meruncing dengan aroma khas yang agak menyengat kalau diremas.
Bunga Bunganya muncul di ketiak daun atau di ujung batang, warnanya kuning cerah dengan bentuk seperti kupu-kupu kecil.
Buah Buahnya berbentuk polong yang panjang, pipih, dan agak melengkung. Waktu masih muda warnanya hijau, kalau sudah tua jadi cokelat kehitaman dan isinya banyak biji pipih di dalam.
Akar Sistem perakarannya tunggang dan cukup kuat menembus tanah untuk menyerap nutrisi.

III. Manfaat Cassia Occidentalis

8 Manfaat Cassia Occidentalis untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Nyeri

    Antrakuinon seperti emodin dan krisofanol menghambat aktivasi NF-κB dan jalur MAPK, sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, dan PGE2. Kaempferol turut menghambat migrasi neutrofil dan pelepasan mediator inflamasi.

    Senyawa Aktif: Emodin, Krisofanol, Kaempferol
    Tampilkan
  2. Antimikroba (Infeksi Bakteri/Jamur)

    Senyawa kuinon dan antrakuinon mengganggu integritas membran mikroba, menghambat enzim respirasi sel, serta menginaktivasi protein dan asam nukleat. Tanin dapat mengendapkan protein permukaan sel mikroorganisme.

    Senyawa Aktif: Emodin, Krisofanol, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Stres Oksidatif / Dukungan Antioksidan

    Flavonoid dan antrakuinon bekerja sebagai donor elektron dan penangkap radikal bebas. Mereka turut mengaktivasi jalur Nrf2/ARE, yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan seperti SOD, katalase, dan glutation peroksidase.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Cassia Occidentalis

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cassia Occidentalis.

  1. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Daun, batang, akar, biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Laksatif Stimulan; Antiinflamasi Melalui Penghambatan NF-κB/COX-2; Antioksidan; Antimikroba; Antiproliferatif Terhadap Sel Tumor..
    Tampilkan
  2. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Daun, akar, biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi; Antibakteri; Antivirus; Neuroprotektif Pada Studi Praklinis; Berkontribusi Terhadap Efek Laksatif..
    Tampilkan
  3. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Daun, akar, biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi; Antimikroba; Efek Pro-apoptosis Pada Sel Tumor; Dilaporkan Memiliki Efek Hepatoprotektif Pada Beberapa Model Hewan..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Cassia Occidentalis

Interaksi & Kontraindikasi Cassia Occidentalis dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat oral dengan indeks terapi luas (misal: parasetamol)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Beri jarak minimal 2 jam antara konsumsi herbal dan obat untuk mengurangi risiko penurunan absorpsi akibat percepatan transit usus.

  2. Antasida (magnesium/aluminium hidroksida)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi antasida minimal 2 jam sebelum atau sesudah herbal karena antasida dapat mengganggu disolusi senyawa antrakuinon dan mengurangi efektivitas.

  3. Diuretik (furosemid, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi karena risiko hipokalemia akibat efek laksatif. Jika terpaksa digunakan bersamaan, pantau kadar kalium secara berkala dan berikan suplementasi sesuai indikasi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+13)

VI. Efek Samping Cassia Occidentalis

Cassia occidentalis (dikenal sebagai Senna occidentalis atau Kopi Tanah) mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti antrakuinon, glikosida, dan toksin spesifik yang dapat menimbulkan efek samping serius pada manusia dan hewan. Konsumsi bagian tanaman ini, terutama biji dan daunnya, secara toksik dikaitkan dengan gangguan gastrointestinal berat termasuk diare parah, mual, muntah, dan kram perut akibat efek katartik dari senyawa antrakuinon yang mengiritasi mukosa usus. Penggunaan jangka panjang atau dosis berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, dehidrasi, dan ketergantungan fungsi usus.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Cassia Occidentalis

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cassia Occidentalis.

Apa saja kandungan fitokimia utama dari Cassia occidentalis (Senna occidentalis)?
Dari sisi fitokimia, tumbuhan ini mengandung antrakuinon seperti krisofanol, emodin, dan physcion, serta flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan glikosida. Antrakuinon bertanggung jawab atas efek pencahar sekaligus berkontribusi terhadap potensi toksiknya. Kandungan ini telah diulas dalam Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry.
Apakah Cassia occidentalis aman dikonsumsi sebagai herbal kesehatan sehari-hari?
Tidak. Tidak ada dosis harian yang aman dan tidak ada bukti jangka panjang yang mendukung penggunaan rutin. Pemakaian berulang dapat menyebabkan iritasi saluran cerna, kehilangan elektrolit, dan kerusakan hati. Beberapa masyarakat menyangrai bijinya sebagai pengganti kopi, tetapi praktik ini tidak direkomendasikan karena bijinya mengandung antrakuinon toksik. Menurut Food and Chemical Toxicology, paparan berulang pada hewan dapat menyebabkan hepatotoksisitas.
Apa efek samping yang perlu diwaspadai dari konsumsi Cassia occidentalis?
Efek ringan meliputi mual, muntah, nyeri perut, dan diare. Efek berat meliputi hipokalemia, dehidrasi, rhabdomiolisis, hepatitis toksik, dan ensefalopati. Biji mentah sangat toksik; laporan keracunan pada anak-anak dan hewan ternak menunjukkan sindrom hepatomioensefalopati. Hal ini tercatat dalam Journal of Veterinary Diagnostic Investigation.
Bolehkah Cassia occidentalis diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak boleh. Konsumsi biji Senna occidentalis pernah dikaitkan dengan kasus keracunan pada anak-anak yang ditandai muntah, penurunan kesadaran, hipoglikemia, dan peningkatan enzim hati. Oleh karena itu, herbal ini kontraindikasi untuk bayi dan anak-anak. Referensi yang relevan dapat ditemukan di Pediatric Neurology.
Apakah Cassia occidentalis aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman. Antrakuinon dalam tumbuhan ini dapat merangsang kontraksi rahim sehingga berisiko menyebabkan keguguran atau persalinan prematur. Pada ibu menyusui, metabolit antrakuinon dapat masuk ke dalam ASI dan menyebabkan diare pada bayi. Tinjauan dalam Phytotherapy Research menegaskan bahwa herbal antrakuinon sebaiknya dihindari selama kehamilan dan menyusui.
Apa manfaat obat dari Cassia occidentalis yang memiliki bukti ilmiah?
Ekstrak daun dan akar dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, dan antimalaria dalam studi in vitro maupun in vivo. Namun bukti klinis pada manusia sangat terbatas dan belum cukup untuk mendukung penggunaan medis. Karena risiko toksisitasnya, manfaat ini tidak mengalahkan bahaya jika digunakan tanpa pengawasan. Referensi umumnya dapat ditemukan di Journal of Ethnopharmacology.
Apakah Cassia occidentalis sama dengan senna pencahar yang dijual bebas?
Tidak sama. Laksatif senna yang umum digunakan berasal dari Senna alexandrina, yang telah distandardisasi sebagai obat pencahar. Senna occidentalis dikenal sebagai kopi senna dan memiliki profil keamanan yang berbeda serta lebih berisiko toksik. Kedua tumbuhan ini tidak boleh disamakan atau ditukar. Penjelasan lebih lanjut dapat ditemukan dalam Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects.
Bagaimana cara penggunaan Cassia occidentalis yang aman?
Tidak ada cara penggunaan yang benar-benar aman tanpa pengawasan profesional. Rebusan daun muda atau akar dalam dosis kecil kadang digunakan secara tradisional, tetapi dosisnya belum terstandar dan bijinya tidak boleh dikonsumsi sama sekali. Jika muncul gejala seperti muntah, diare berat, kulit menguning, atau kelemahan otot, hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan medis. Tanaman ini juga tidak tercantum dalam WHO Monographs on Selected Medicinal Plants sebagai bahan yang aman untuk penggunaan bebas.

Newbouldia

Newbouldia laevis

Wild Sage African

Salvia africana-lutea

Cari: