Advertisement
Senna occidentalis, yang sebelumnya dikenal sebagai Cassia occidentalis, adalah tumbuhan perdu dari keluarga Fabaceae yang tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini sering dianggap gulma di lahan pertanian, tetapi memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional. Daun, akar, dan bijinya mengandung senyawa antrakuinon, flavonoid, dan alkaloid yang memberikan aktivitas antioksidan, antimikroba, dan hepatoprotektif. Meskipun demikian, biji dan daunnya juga diketahui mengandung toksin yang dapat menyebabkan kerusakan hati dan otot jika dikonsumsi berlebihan atau tanpa pengolahan yang tepat, terutama pada ternak.
Tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis. Sering ditemukan jadi gulma di pinggir jalan, ladang, lahan kosong, atau area yang agak berpasir karena tanaman ini cukup tangguh dan cepat beradaptasi. Karakteristik/ciri-ciri Cassia Occidentalis (Senna occidentalis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tumbuh sebagai terna atau semak pendek yang tingginya bisa mencapai 1-2 meter. |
| Batang | Batangnya berwarna hijau agak kemerahan atau keunguan, bentuknya silindris, dan bercabang banyak. |
| Daun | Daunnya majemuk menyirip ganjil. Tiap tangkai daun punya 3-5 pasang anak daun yang bentuknya lonjong meruncing dengan aroma khas yang agak menyengat kalau diremas. |
| Bunga | Bunganya muncul di ketiak daun atau di ujung batang, warnanya kuning cerah dengan bentuk seperti kupu-kupu kecil. |
| Buah | Buahnya berbentuk polong yang panjang, pipih, dan agak melengkung. Waktu masih muda warnanya hijau, kalau sudah tua jadi cokelat kehitaman dan isinya banyak biji pipih di dalam. |
| Akar | Sistem perakarannya tunggang dan cukup kuat menembus tanah untuk menyerap nutrisi. |
8 Manfaat Cassia Occidentalis untuk kesehatan.
Antrakuinon seperti emodin dan krisofanol menghambat aktivasi NF-κB dan jalur MAPK, sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, dan PGE2. Kaempferol turut menghambat migrasi neutrofil dan pelepasan mediator inflamasi.
Senyawa kuinon dan antrakuinon mengganggu integritas membran mikroba, menghambat enzim respirasi sel, serta menginaktivasi protein dan asam nukleat. Tanin dapat mengendapkan protein permukaan sel mikroorganisme.
Flavonoid dan antrakuinon bekerja sebagai donor elektron dan penangkap radikal bebas. Mereka turut mengaktivasi jalur Nrf2/ARE, yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan seperti SOD, katalase, dan glutation peroksidase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cassia Occidentalis.
Interaksi & Kontraindikasi Cassia Occidentalis dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Cassia occidentalis (dikenal sebagai Senna occidentalis atau Kopi Tanah) mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti antrakuinon, glikosida, dan toksin spesifik yang dapat menimbulkan efek samping serius pada manusia dan hewan. Konsumsi bagian tanaman ini, terutama biji dan daunnya, secara toksik dikaitkan dengan gangguan gastrointestinal berat termasuk diare parah, mual, muntah, dan kram perut akibat efek katartik dari senyawa antrakuinon yang mengiritasi mukosa usus. Penggunaan jangka panjang atau dosis berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, dehidrasi, dan ketergantungan fungsi usus.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cassia Occidentalis.