Adas untuk Pneumonia

Adas (Foeniculum vulgare) untuk Pneumonia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Adas (Foeniculum vulgare) terhadap Streptococcus pneumoniae secara In Vitro

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    20 isolat klinis Streptococcus pneumoniae
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (in vitro)
    Temuan:
    Minyak atsiri adas menunjukkan aktivitas bakterisida dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) 0,5% terhadap seluruh isolat. Temuan ini mendukung potensi adas sebagai agen antimikroba alami untuk pneumonia bakterial.
  2. Efek Ekstrak Etanol Adas (Foeniculum vulgare) sebagai Terapi Tambahan pada Pneumonia Komunitas: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    60 pasien dewasa dengan pneumonia komunitas ringan-sedang
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak etanol adas per hari selama 7 hari
    Temuan:
    Penambahan ekstrak adas dosis 500 mg/hari selama 7 hari mempercepat perbaikan klinis dan menurunkan durasi penggunaan antibiotik dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan.
  3. Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Keluarga Apiaceae (Termasuk Adas) pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (RCT dan kuasi-eksperimen) dengan total 1.450 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Beragam, ekstrak adas 300–600 mg/hari selama 5–10 hari
    Temuan:
    Suplementasi adas secara signifikan mengurangi durasi batuk dan demam pada pasien infeksi saluran pernapasan akut (termasuk pneumonia ringan) dengan efek samping minimal. Heterogenitas antar studi tergolong rendah.
  4. Aktivitas Antimikroba Ekstrak Metanol Adas (Foeniculum vulgare) terhadap Patogen Pneumonia Multidrug-Resistant

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    30 isolat klinis multidrug-resistant (Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii, Pseudomonas aeruginosa)
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (in vitro)
    Temuan:
    Ekstrak metanol adas menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap 80% isolat dengan KHM 0,25–1,0 mg/mL. Efek sinergis terlihat saat dikombinasikan dengan siprofloksasin.
  5. Pengaruh Inhalasi Uap Minyak Atsiri Adas (Foeniculum vulgare) terhadap Respons Imun pada Tikus Model Pneumonia Akibat Klebsiella pneumoniae

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo (Hewan)
    Sampel:
    40 tikus Wistar jantan yang diinduksi pneumonia
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi uap minyak atsiri adas 5% (v/v) selama 15 menit, 2 kali sehari, 5 hari
    Temuan:
    Inhalasi uap minyak atsiri adas 5% selama 15 menit dua kali sehari selama 5 hari menurunkan jumlah bakteri paru dan kadar sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6). Pemulihan histopatologi paru lebih cepat dibandingkan kontrol.


Cari: