Jambu Biji untuk Hepatitis B

Jambu Biji (Psidium guajava) untuk Hepatitis B, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas antivirus ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) terhadap virus hepatitis B secara in vitro

    Tahun:
    2010
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Kultur sel HepG2.2.15 yang terinfeksi HBV
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 10-100 μg/mL selama 72 jam inkubasi
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun jambu biji menunjukkan penghambatan sekresi HBsAg dan HBeAg secara dosis-tergantung dengan IC50 sebesar 25 μg/mL. Ekstrak juga menurunkan jumlah DNA HBV intraseluler tanpa sitotoksisitas signifikan.
  2. Penghambatan replikasi virus hepatitis B oleh kuersetin yang diisolasi dari Psidium guajava

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel HepG2.2.15 dan sel Huh7 yang ditransfeksi HBV
    Dosis/Durasi:
    Kuersetin 10-100 μM selama 48-72 jam
    Temuan:
    Kuersetin dari daun jambu biji menghambat replikasi HBV dengan menekan aktivitas promoter gen pregenomik RNA dan mengurangi produksi partikel virus hingga 80% pada konsentrasi 50 μM. Tidak ada efek toksik pada sel hati.
  3. Efek suplementasi ekstrak daun jambu biji pada pasien hepatitis B kronis: uji klinis acak terkontrol plasebo

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien hepatitis B kronis (30 kelompok ekstrak, 30 plasebo), usia 25-60 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak daun jambu biji 500 mg/hari dalam kapsul selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak daun jambu biji 500 mg/hari selama 12 minggu menurunkan kadar HBsAg serum sebesar 0,8 log IU/mL dan ALT sebesar 25% dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Tinjauan sistematis tanaman obat anti-hepatitis B termasuk Psidium guajava

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 studi in vitro dan 5 studi klinis tentang tanaman obat anti-HBV termasuk jambu biji
    Dosis/Durasi:
    Tidak spesifik (review berbagai dosis dan durasi dari studi primer)
    Temuan:
    Psidium guajava termasuk dalam 10 tanaman dengan bukti paling kuat menghambat HBV berdasarkan parameter HBsAg, HBeAg, dan DNA HBV. Namun, kualitas studi klinis masih terbatas dan diperlukan uji lebih lanjut.
  5. Mekanisme molekuler ekstrak daun jambu biji dalam menekan replikasi HBV pada model tikus transgenik

    Tahun:
    2013
    Tipe:
    Studi in vivo pada hewan
    Sampel:
    30 tikus transgenik HBV (strain C57BL/6) dibagi 3 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol daun jambu biji 200 mg/kgBB/hari oral selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak daun jambu biji 200 mg/kgBB/hari secara oral selama 4 minggu menurunkan level DNA HBV serum hingga 70% dan mengurangi ekspresi antigen HBcAg di hati. Efek antivirus diperantarai oleh peningkatan respons interferon tipe I.
  6. Kombinasi ekstrak Psidium guajava dengan interferon alfa meningkatkan efek antivirus terhadap hepatitis B secara sinergis

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro dan in vivo
    Sampel:
    Sel HepG2.2.15 dan tikus transgenik HBV (n=20)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 100 μg/mL + IFNα 500 IU/mL in vitro 72 jam; in vivo 150 mg/kgBB + IFNα 1000 U/kgBB 2 minggu
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak jambu biji (100 μg/mL) dengan interferon alfa (500 IU/mL) menunjukkan efek sinergis menghambat replikasi HBV dengan indeks kombinasi <0,5. Pada tikus, kombinasi menurunkan HBsAg lebih besar dibandingkan monoterapi.


Cari: