清暑益気湯

(Seishoekkito)

Kategori: Tonic / Fluid Metabolism


Seishoekkito adalah formula Kampo yang digunakan untuk mengatasi kelelahan, kehilangan cairan tubuh, dan kurang energi yang disebabkan oleh panas dan keringat berlebih. Formula ini bekerja dengan memperkuat energi vital dan mengembalikan keseimbangan cairan, sering digunakan pada musim panas untuk mengatasi kelelahan akibat panas.

Indikasi/Manfaat:

Kelelahan akibat panas, kehilangan cairan tubuh, kurang energi, dan lemah setelah berkeringat.

Bahan Herbal dalam Seishoekkito:

Panax ginseng
Rimpang Atractylodes
Atractylodes lancea
Wolfiporia extensa
Astragalus membranaceus
Gips
Gypsum fibrosum
Glycyrrhiza uralensis
Kurma Cina
Ziziphus jujuba
Zingiber officinale

Advertisement

Jahe / Ginger

Zingiber officinale
Jahe

Zingiber officinale, yang lebih dikenal sebagai jahe, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah rimpangnya, yang memiliki bentuk gemuk, bercabang, dan berserat dengan aroma khas yang tajam. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah tropis dengan curah hujan tinggi dan suhu hangat, biasanya mencapai ketinggian 30–100 cm dengan daun sempit memanjang. Secara botani, jahe berkembang biak secara vegetatif melalui rimpang, bukan biji, sehingga setiap segmen rimpang yang ditanam dapat tumbuh menjadi individu baru. Rimpang jahe mengandung senyawa aktif utama seperti gingerol, shogaol, dan zingeron yang bertanggung jawab atas rasa pedas dan manfaat kesehatannya.

Nama Lain: Halia (Malaysia), Adrak (India), Jiang (China), Shoga (Jepang), Khing (Thailand)

Ginseng / Asian Ginseng

Panax ginseng
Ginseng

Panax ginseng, yang lebih dikenal sebagai ginseng Asia atau ginseng Korea, merupakan tanaman herbal abadi dari famili Araliaceae yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Tumbuhan asli daerah pegunungan di Korea, Tiongkok timur laut, dan Siberia ini tumbuh lambat dengan akar berdaging yang menyerupai bentuk manusia—itulah asal nama genus Panax, dari bahasa Yunani yang berarti "obat segala penyakit". Akar ginseng mengandung senyawa bioaktif utama yang disebut ginsenosida (atau panaksosida), yang bertanggung jawab atas sebagian besar efek adaptogenik, antioksidan, dan antiinflamasinya. Proses penuaan akar sangat penting; ginseng biasanya dipanen setelah 4–6 tahun pertumbuhan karena konsentrasi ginsenosida mencapai puncak pada usia tersebut.

Nama Lain: Korean ginseng (Korea), Chinese ginseng (China), Ren Shen (China), Insam (Korea), Ninjin (Japan)

Huang Qi / Mongolian Milkvetch

Astragalus membranaceus

Astragalus membranaceus, yang dikenal luas sebagai Huang Qi atau astragalus dalam pengobatan tradisional, adalah tanaman herbal tahunan dari keluarga Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah utara Tiongkok, Mongolia, dan Korea, serta telah digunakan selama ribuan tahun dalam sistem pengobatan tradisional Tiongkok (TCM). Akar Huang Qi yang tebal dan berwarna kekuningan memiliki aroma manis seperti kayu manis dan merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan. Dalam klasifikasi TCM, tanaman ini termasuk dalam kategori "tonik Qi" dan dianggap mampu memperkuat energi vital serta meningkatkan daya tahan tubuh secara menyeluruh.

Nama Lain: Hwanggi (Korea), Ōgi (Jepang), Hoàng kỳ (Vietnam), Chinese milkvetch (Inggris), Mongolian milkvetch (Mongolia)

Akar Manis Cina / Chinese Licorice

Glycyrrhiza uralensis
Akar Manis Cina

Glycyrrhiza uralensis, yang dikenal luas sebagai Chinese Licorice atau Gan Cao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal dan berwarna cokelat kekuningan merupakan bagian yang paling bernilai secara medis. Secara morfologi, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi satu meter, dengan daun majemuk menyirip dan bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Rasa manis khas dari akar licorice berasal dari senyawa glisirizin yang 50 kali lebih manis daripada gula tebu, menjadikannya salah satu tanaman obat paling ikonik dalam khazanah botanika.

Nama Lain: Gan Cao (China), Kanzo (Japan), Gamcho (South Korea), Ural licorice (Russia), Mongolian licorice (Mongolia)

Jamur Poria / Poria Mushroom

Wolfiporia extensa
Jamur Poria

Wolfiporia extensa, yang lebih dikenal sebagai jamur Poria atau Fu Ling dalam pengobatan tradisional Tiongkok, bukanlah tumbuhan sejati melainkan jamur saprofit yang termasuk dalam famili Polyporaceae. Ciri khasnya terletak pada sklerotium—massa miselium padat yang terbentuk di sekitar akar pohon pinus, berwarna cokelat kehitaman di luar dan putih krem di dalam. Jamur ini tidak memiliki tudung atau batang yang menonjol; ia berkembang sebagai jaringan miselium yang menempel pada substrat kayu yang membusuk. Dalam konteks ekologis, W. extensa berperan sebagai dekomposer yang membantu daur ulang nutrisi di hutan konifer, terutama di wilayah Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea.

Nama Lain: Fuling (China), Hoelen (Japan), Baekbokryeong (Korea), Phục linh (Vietnam), Indian bread (United States)


Referensi:

  1. Kampo Formulations for Prescription 2024

Senkanmeimokuin

Senkanmeimokuin

Senkyuchachosan

Senkyuchachosan

Cari: