加味逍遙散

(Kamishoyosan)

Kategori: Gynecology / Stress


Kamishoyosan adalah modifikasi dari Shoyosan dengan tambahan herbal untuk mengatasi gangguan hormonal dan stres pada wanita. Formula ini digunakan untuk berbagai kondisi seperti sindrom pramenstruasi (PMS), menopause, hipertensi ringan, dan insomnia akibat stres. Kamishoyosan bekerja dengan menyeimbangkan hormon dan menenangkan sistem saraf.

Indikasi/Manfaat:

Sindrom pramenstruasi, menopause, hipertensi ringan, insomnia, dan iritabilitas.

Bahan Herbal dalam Kamishoyosan:

Akar Bupleurum
Bupleurum falcatum
Paeonia lactiflora
Akar Angelica Jepang
Angelica acutiloba
Rimpang Atractylodes
Atractylodes lancea
Wolfiporia extensa
Gardenia jasminoides
Mentha arvensis
Glycyrrhiza uralensis
Zingiber officinale

Advertisement

Jahe / Ginger

Zingiber officinale
Jahe

Zingiber officinale, yang lebih dikenal sebagai jahe, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah rimpangnya, yang memiliki bentuk gemuk, bercabang, dan berserat dengan aroma khas yang tajam. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah tropis dengan curah hujan tinggi dan suhu hangat, biasanya mencapai ketinggian 30–100 cm dengan daun sempit memanjang. Secara botani, jahe berkembang biak secara vegetatif melalui rimpang, bukan biji, sehingga setiap segmen rimpang yang ditanam dapat tumbuh menjadi individu baru. Rimpang jahe mengandung senyawa aktif utama seperti gingerol, shogaol, dan zingeron yang bertanggung jawab atas rasa pedas dan manfaat kesehatannya.

Nama Lain: Halia (Malaysia), Adrak (India), Jiang (China), Shoga (Jepang), Khing (Thailand)

Akar Manis Cina / Chinese Licorice

Glycyrrhiza uralensis
Akar Manis Cina

Glycyrrhiza uralensis, yang dikenal luas sebagai Chinese Licorice atau Gan Cao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal dan berwarna cokelat kekuningan merupakan bagian yang paling bernilai secara medis. Secara morfologi, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi satu meter, dengan daun majemuk menyirip dan bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Rasa manis khas dari akar licorice berasal dari senyawa glisirizin yang 50 kali lebih manis daripada gula tebu, menjadikannya salah satu tanaman obat paling ikonik dalam khazanah botanika.

Nama Lain: Gan Cao (China), Kanzo (Japan), Gamcho (South Korea), Ural licorice (Russia), Mongolian licorice (Mongolia)

Jamur Poria / Poria Mushroom

Wolfiporia extensa
Jamur Poria

Wolfiporia extensa, yang lebih dikenal sebagai jamur Poria atau Fu Ling dalam pengobatan tradisional Tiongkok, bukanlah tumbuhan sejati melainkan jamur saprofit yang termasuk dalam famili Polyporaceae. Ciri khasnya terletak pada sklerotium—massa miselium padat yang terbentuk di sekitar akar pohon pinus, berwarna cokelat kehitaman di luar dan putih krem di dalam. Jamur ini tidak memiliki tudung atau batang yang menonjol; ia berkembang sebagai jaringan miselium yang menempel pada substrat kayu yang membusuk. Dalam konteks ekologis, W. extensa berperan sebagai dekomposer yang membantu daur ulang nutrisi di hutan konifer, terutama di wilayah Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea.

Nama Lain: Fuling (China), Hoelen (Japan), Baekbokryeong (Korea), Phục linh (Vietnam), Indian bread (United States)

Peony Tiongkok / Chinese Peony

Paeonia lactiflora
Peony Tiongkok

Akar Paeonia lactiflora, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Bai Shao, berasal dari tanaman peoni putih yang termasuk dalam famili Paeoniaceae. Tanaman herba menahun ini tumbuh liar di kawasan Asia Timur, terutama di Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Bagian yang digunakan secara medis adalah akar yang telah dikupas dan dikeringkan. Dalam sistem pengobatan Tionghoa, Bai Shao dikategorikan sebagai ramuan yang bersifat sedikit dingin, berasa asam dan pahit, serta masuk ke meridian hati dan limpa. Khasiat utamanya adalah menyehatkan darah, mengatur sirkulasi energi (qi), dan meredakan nyeri, terutama yang berkaitan dengan ketidakseimbangan fungsi hati dan darah.

Nama Lain: Shakuyaku (Jepang), Jak-yak (Korea), Pivoine blanche (Prancis), Peonía blanca (Spanyol)

Poko-Poko / Wild Mint

Mentha arvensis

Poko-Poko (Mentha arvensis), yang dikenal juga sebagai daun mint ladang atau mint Jepang, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Lamiaceae yang banyak tumbuh liar di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini memiliki batang basah yang sedikit berbulu, daun berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi, serta aroma khas mentol yang kuat. Minyak atsiri yang dihasilkannya mengandung mentol tinggi, menjadikannya salah satu sumber utama penghasil mentol alami di dunia. Di berbagai daerah, Poko-Poko dimanfaatkan sebagai sayuran segar, lalapan, maupun bahan ramuan tradisional.

Nama Lain: Field mint (Inggris), corn mint (Amerika Serikat), Japanese mint (Jepang), pudina (India), yerba buena (Filipina)

Daun Kacapiring

Gardenia jasminoides

Tanaman kacapiring (Gardenia jasminoides), yang daunnya dikenal sebagai daun kacapiring, adalah perdu cemara dari famili Rubiaceae. Tanaman ini umumnya tumbuh setinggi 1–3 meter dengan daun tebal, mengilap, berwarna hijau tua, tersusun berhadapan, dan berbentuk lonjong hingga elips. Bunganya tunggal, berwarna putih krem, dan sangat harum; seiring waktu mahkota bunga dapat menguning. Buahnya berbentuk oval, berwarna oranye kekuningan, dan mengandung banyak biji kecil. Morfologi ini membuat kacapiring mudah dikenali, terutama dari aroma bunganya yang kuat.

Nama Lain: Cape jasmine (Inggris), zhi zi (China), kuchinashi (Jepang), dành dành (Vietnam), gardenia (Amerika Serikat)


Referensi:

  1. Kampo Formulations for Prescription 2024

Kamikihito

Kamikihito

Kanzoto

Kanzoto

Cari: