Advertisement
Valeriana wallichii, yang dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai *Tagara*, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Caprifoliaceae yang tumbuh liar di kawasan Himalaya, mulai dari Pakistan, India, Nepal, hingga Bhutan. Tanaman ini memiliki rimpang dan akar yang tebal dengan aroma khas menyengat, serta daun berbentuk hati hingga lanset yang tersusun berpasangan. Dalam sistematika tumbuhan, Valeriana wallichii sering disinonimkan dengan Valeriana jatamansi, dan keduanya digunakan secara luas dalam sistem pengobatan Ayurveda maupun pengobatan tradisional Asia Selatan. Habitat alaminya adalah lereng berbatu yang lembap, tepi hutan, serta padang rumput dataran tinggi pada ketinggian 1.500–3.000 meter di atas permukaan laut.
Tanaman ini asli dari kawasan pegunungan Himalaya. Biasanya tumbuh subur di area hutan yang lembap, sejuk, dan berada di dataran tinggi dengan tanah yang kaya akan bahan organik. Karakteristik/ciri-ciri Tagara (Valeriana wallichii):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Memiliki rimpang (rizoma) yang tebal, beraroma khas yang cukup kuat, dan berwarna kecokelatan. |
| Batang | Batangnya tegak, bisa bercabang, dan punya bulu-bulu halus di permukaannya. |
| Daun | Daunnya bervariasi; daun bagian bawah biasanya lebih besar dengan tangkai panjang, sedangkan daun di batang lebih kecil dan tersusun berhadapan. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berkumpul membentuk malai di ujung batang, warnanya putih atau terkadang agak kemerahan. |
| Buah | Buahnya termasuk tipe buah kurung (achene) yang kecil, berbulu halus, dan ringan sehingga mudah terbawa angin. |
8 Manfaat Tagara untuk kesehatan.
Asam valerenat dan valepotriat (valtrate/didrovaltrate) bertindak sebagai modulator alosterik positif pada reseptor GABA_A, meningkatkan influx ion klorida dan inhibisi neuronal. Valeranone, seskuiterpen keton, memperkuat aktivitas GABAergik di sistem saraf pusat.
Modulasi reseptor GABA_A di amigdala dan korteks, serta penurunan aktivitas aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), sehingga mengurangi sekresi kortikosteron saat stres. Valepotriat dan asam valerenat meningkatkan tonus GABAergik.
Memfasilitasi inhibisi sinaptik GABAergik dan menstabilkan membran neuron melalui modulasi reseptor GABA_A, sehingga menurunkan eksitabilitas neuronal dan ambang kejang.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tagara.
Interaksi & Kontraindikasi Tagara dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Tagara (Valeriana wallichii), yang sering digunakan sebagai alternatif pengobatan tradisional untuk insomnia dan kecemasan, umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang dewasa bila digunakan dalam jangka pendek. Namun, beberapa pengguna dapat mengalami efek samping ringan hingga sedang. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi sakit kepala, pusing, masalah pencernaan seperti mual atau kram perut, serta rasa kantuk berlebihan yang dapat berlanjut hingga keesokan harinya (hangover effect). Reaksi psikologis seperti kegelisahan, mulut kering, atau mimpi vivid (mimpi yang sangat jelas dan intens) juga kadang-kadang terjadi pada beberapa individu.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tagara.