Tagara

Valeriana wallichii
Nama
Tagara
Nama Latin/Ilmiah
Valeriana wallichii
Bagian Digunakan
Akar dan Rimpang
Rasa
Tikta, katu
Nama Lain
Indian valerian (Inggris), tagar (India), jatamansi (Nepal), zhizhuxiang (China), mushk-e-bala (Pakistan)
Asal
Himalaya, India, Nepal, Pakistan, Bhutan, Tiongkok
Kandungan Utama
Valepotriat, asam valerenat, minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Tagara

Valeriana wallichii, yang dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai *Tagara*, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Caprifoliaceae yang tumbuh liar di kawasan Himalaya, mulai dari Pakistan, India, Nepal, hingga Bhutan. Tanaman ini memiliki rimpang dan akar yang tebal dengan aroma khas menyengat, serta daun berbentuk hati hingga lanset yang tersusun berpasangan. Dalam sistematika tumbuhan, Valeriana wallichii sering disinonimkan dengan Valeriana jatamansi, dan keduanya digunakan secara luas dalam sistem pengobatan Ayurveda maupun pengobatan tradisional Asia Selatan. Habitat alaminya adalah lereng berbatu yang lembap, tepi hutan, serta padang rumput dataran tinggi pada ketinggian 1.500–3.000 meter di atas permukaan laut.

Baca Lebih Lanjut
Update: 06 Sep 2026 - 15:42:21
 

II. Ciri-ciri Tagara

Tanaman ini asli dari kawasan pegunungan Himalaya. Biasanya tumbuh subur di area hutan yang lembap, sejuk, dan berada di dataran tinggi dengan tanah yang kaya akan bahan organik. Karakteristik/ciri-ciri Tagara (Valeriana wallichii):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Memiliki rimpang (rizoma) yang tebal, beraroma khas yang cukup kuat, dan berwarna kecokelatan.
Batang Batangnya tegak, bisa bercabang, dan punya bulu-bulu halus di permukaannya.
Daun Daunnya bervariasi; daun bagian bawah biasanya lebih besar dengan tangkai panjang, sedangkan daun di batang lebih kecil dan tersusun berhadapan.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berkumpul membentuk malai di ujung batang, warnanya putih atau terkadang agak kemerahan.
Buah Buahnya termasuk tipe buah kurung (achene) yang kecil, berbulu halus, dan ringan sehingga mudah terbawa angin.

III. Manfaat Tagara

8 Manfaat Tagara untuk kesehatan.

  1. Insomnia dan gangguan tidur

    Asam valerenat dan valepotriat (valtrate/didrovaltrate) bertindak sebagai modulator alosterik positif pada reseptor GABA_A, meningkatkan influx ion klorida dan inhibisi neuronal. Valeranone, seskuiterpen keton, memperkuat aktivitas GABAergik di sistem saraf pusat.

    Senyawa Aktif: asam valerenat, valtrate, didrovaltrate, valeranone
    Tampilkan
  2. Ansietas dan gangguan stres

    Modulasi reseptor GABA_A di amigdala dan korteks, serta penurunan aktivitas aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), sehingga mengurangi sekresi kortikosteron saat stres. Valepotriat dan asam valerenat meningkatkan tonus GABAergik.

    Senyawa Aktif: asam valerenat, didrovaltrate, valeranone
    Tampilkan
  3. Antikonvulsan (kejang)

    Memfasilitasi inhibisi sinaptik GABAergik dan menstabilkan membran neuron melalui modulasi reseptor GABA_A, sehingga menurunkan eksitabilitas neuronal dan ambang kejang.

    Senyawa Aktif: valtrate, didrovaltrate, asam valerenat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Tagara

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tagara.

  1. Valtrate

    Golongan: Valepotriat (ester iridoid)
    Bagian Tanaman: Rimpang dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Sedatif Dan Ansiolitik Ringan Pada Model Hewan; Juga Dilaporkan Memiliki Aktivitas Antiproliferatif Secara In Vitro..
    Tampilkan
  2. Didrovaltrate

    Golongan: Valepotriat (ester iridoid)
    Bagian Tanaman: Rimpang dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Sedatif, Ansiolitik, Dan Spasmolitik; Relaksasi Otot Polos Pada Studi Hewan..
    Tampilkan
  3. Acevaltrate

    Golongan: Valepotriat (ester iridoid)
    Bagian Tanaman: Rimpang dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Menunjukkan Aktivitas Antiproliferatif Dan Sitotoksik Terhadap Sel Tumor Secara In Vitro; Bukan Merupakan Efek Sedatif Yang Terstandar..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Tagara

Interaksi & Kontraindikasi Tagara dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi, misal ACE inhibitor, ARB, CCB

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Dapat sedikit menambah efek hipotensi pada individu sensitif. Tidak perlu dihindari sepenuhnya, tetapi pantau tekanan darah dan keluhan pusing.

  2. Antikoagulan dan antiplatelet, misal warfarin, klopidogrel, aspirin

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Belum ada bukti klinis kuat yang menunjukkan risiko perdarahan bermakna. Tetap pantau tanda perdarahan dan lakukan pemeriksaan INR/PT sesuai jadwal bila digunakan bersamaan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antiepilepsi, misal fenitoin, valproat, karbamazepin

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Tagara dapat meningkatkan efek depresan SSP. Jangan mengubah dosis obat antiepilepsi tanpa pengawasan dokter saraf.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+10)

VI. Efek Samping Tagara

Tagara (Valeriana wallichii), yang sering digunakan sebagai alternatif pengobatan tradisional untuk insomnia dan kecemasan, umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang dewasa bila digunakan dalam jangka pendek. Namun, beberapa pengguna dapat mengalami efek samping ringan hingga sedang. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi sakit kepala, pusing, masalah pencernaan seperti mual atau kram perut, serta rasa kantuk berlebihan yang dapat berlanjut hingga keesokan harinya (hangover effect). Reaksi psikologis seperti kegelisahan, mulut kering, atau mimpi vivid (mimpi yang sangat jelas dan intens) juga kadang-kadang terjadi pada beberapa individu.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Tagara

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tagara.

Apa itu Tagara dan apa kandungan fitokimia utamanya?
Tagara adalah rimpang/akar dari Valeriana wallichii DC. (sinonim Valeriana jatamansi). Fitokima utama yang telah diisolasi antara lain minyak atsiri (seperti bornil asetat dan valeranon), asam valerenat, dan valepotriat (didrovaltrat, asilvaltrat). Efek sedatif dan ansiolitiknya sebagian besar dikaitkan dengan interaksi komponen tersebut terhadap sistem GABA, sedangkan valepotriat bersifat tidak stabil dan dapat mengiritasi lambung. Referensi: Trease and Evans' Pharmacognosy; The Ayurvedic Pharmacopoeia of India.
Bagaimana cara konsumsi Tagara untuk penggunaan sehari-hari?
Cara yang umum adalah membuat seduhan dari akar kering. Untuk insomnia ringan, digunakan sekitar 0,5–2 gram akar kering yang diseduh dengan 150–200 ml air panas, diminum 30–60 menit sebelum tidur. Jika menggunakan kapsul atau ekstrak komersial, patuhi petunjuk pada label dan jangan melebihi dosis harian yang dianjurkan. Referensi: European Scientific Cooperative on Phytotherapy (ESCOP) Monographs: Valerianae radix.
Apakah Tagara efektif untuk mengatasi insomnia dan kecemasan?
Secara tradisional Tagara digunakan untuk menenangkan pikiran dan membantu tidur. Berdasarkan data Valeriana officinalis dan beberapa studi terbatas pada V. wallichii, penggunaan ekstrak akar dapat membantu insomnia ringan, seperti sulit tidur dan sering terbangun. Namun efeknya umumnya lebih ringan daripada obat benzodiazepin dan bukti klinis untuk V. wallichii pada manusia masih sangat terbatas. Referensi: European Medicines Agency – Assessment Report on Valeriana officinalis L.
Apa efek samping penggunaan Tagara yang perlu diketahui?
Efek samping yang paling sering adalah kantuk di pagi hari, pusing, sakit kepala, mual, dan rasa tidak nyaman di lambung. Dosis berlebihan dapat menyebabkan lesu, inkoordinasi, atau kebingungan. Reaksi alergi jarang terjadi tetapi mungkin berupa ruam atau gatal. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin bila timbul rasa kantuk. Referensi: British Herbal Compendium: Valerian.
Apakah Tagara aman dikonsumsi bayi dan anak-anak?
Tidak. Pada bayi, efek sedatif Tagara berisiko menekan sistem saraf pusat dan pernapasan. Pada anak-anak, belum ada studi keamanan yang memadai sehingga tidak direkomendasikan untuk usia di bawah 12 tahun. Jangan memberikan Tagara kepada bayi atau anak tanpa pengawasan dokter. Referensi: European Medicines Agency – Community Herbal Monograph on Valeriana officinalis.
Apakah Tagara boleh dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui?
Ibu hamil sebaiknya menghindari Tagara. Valepotriat yang terkandung di dalamnya menunjukkan efek sitotoksik pada beberapa uji laboratorium dan belum ada bukti keamanan untuk janin. Ibu menyusui juga tidak dianjurkan menggunakannya karena senyawa aktif yang larut lemak dapat masuk ke ASI dan menyebabkan sedasi atau gangguan menyusu pada bayi. Referensi: Botanical Safety Handbook; Botanical Medicine for Women's Health.
Apakah Tagara berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya, terutama dengan obat penenang, obat tidur (misalnya benzodiazepin dan zolpidem), antikonvulsan, opioid, dan alkohol. Kombinasi ini dapat menyebabkan sedasi berlebihan. Beberapa studi menunjukkan aktivitas penghambatan monoamin oksidase pada Valeriana wallichii, sehingga penggunaan bersamaan dengan antidepresan MAOI atau SSRI harus dihindari tanpa pengawasan medis. Referensi: Herbal Contraindications and Drug Interactions oleh F. Brinker.
Berapa lama Tagara boleh dikonsumsi terus-menerus?
Untuk insomnia, Tagara sebaiknya hanya digunakan dalam waktu singkat atau intermiten, yaitu tidak lebih dari 2 hingga 4 minggu berturut-turut. Belum ada bukti keamanan untuk penggunaan jangka panjang; pemakaian lama berisiko paparan valepotriat yang dapat mengiritasi saluran cerna dan bersifat genotoksik pada penelitian in vitro. Jika insomnia menetap, segera cari bantuan profesional. Referensi: European Medicines Agency – Valerianae radix monograph.

Ushira Root

Vetiveria zizanioides

Jivanti

Leptadenia reticulata

Cari: