Advertisement
Foxglove atau Digitalis purpurea merupakan tumbuhan berbunga asli Eropa yang kini tersebar luas di berbagai wilayah beriklim sedang, termasuk Indonesia yang kerap menanamnya sebagai tanaman hias di dataran tinggi. Tumbuhan ini termasuk famili Plantaginaceae dan dikenal dengan ciri khas bunga berbentuk lonceng yang tersusun vertikal, berwarna ungu, merah muda, atau putih dengan bercak-bercak gelap di dalam mahkotanya. Di habitat aslinya, Digitalis purpurea tumbuh liar di tepi hutan, lereng berbatu, dan area terbuka yang lembap, tetapi karena daya adaptasinya yang tinggi, ia juga mudah ditemukan di pekarangan dan taman-taman tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter.
Tanaman ini asalnya dari Eropa, suka banget sama area yang agak teduh atau terbuka, terutama di pinggiran hutan, lereng bukit, atau tanah yang lembap tapi sistem drainasenya bagus. Karakteristik/ciri-ciri Foxglove (Digitalis purpurea):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Siklus Hidup | Tipe tanaman dua tahunan (biennial), tahun pertama cuma tumbuh daun, tahun kedua baru muncul bunga. |
| Batang | Tegak, kuat, bisa tinggi sampai 1-2 meter, permukaannya ditumbuhi bulu-bulu halus. |
| Daun | Bentuknya lonjong sampai oval, tepinya bergerigi, teksturnya agak kasar dan berbulu di bagian bawah, tumbuh membentuk roset di dasar batang. |
| Bunga | Bentuknya mirip lonceng atau jari tangan (itu kenapa namanya Foxglove), warnanya ungu ke pink-pinkan dengan bintik gelap di bagian dalam, tersusun rapi dalam satu tangkai panjang (tandan). |
| Akar | Sistem perakaran serabut yang cukup kuat buat menopang tinggi tanaman. |
4 Manfaat Foxglove untuk kesehatan.
Kardenolida (terutama digitoxin) menghambat Na+/K+-ATPase pada membran kardiomiosit. Peningkatan Na+ intrasel menyebabkan reverse-mode Na+/Ca2+ exchanger, meningkatkan Ca2+ intrasitoplasmik dan kontraktilitas. Efek neurohumoral: menurunkan aktivitas simpatis dan renin-angiotensin-aldosteron.
Glikosida jantung meningkatkan tonus vagal, memperlambat konduksi nodus atrioventrikular dan memperpanjang periode refrakter, sehingga menurunkan frekuensi denyut ventrikel pada fibrilasi atrium.
Digitoxin berikatan dengan subunit α Na+/K+-ATPase dan mengaktifkan kaskade Src/EGFR, protein kinase p38/JNK, serta meningkatkan ROS. Efek hilir mencakup penghambatan HIF-1α dan modulasi apoptosis/autophagy sel tumor.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Foxglove.
Interaksi & Kontraindikasi Foxglove dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Foxglove (Digitalis purpurea) adalah tanaman yang mengandung glikosida jantung, terutama digoksin dan digitoksin, yang sangat poten dalam mempengaruhi sistem kardiovaskular. Keracunan atau efek samping dari konsumsi tanaman ini, baik dari ekstrak maupun bagian daunnya secara langsung, dikenal sebagai digitalis toksisitas. Efek samping pada jantung mencakup aritmia yang mengancam jiwa seperti bradikardia parah, takikardia ventrikel, dan blok jantung, yang terjadi akibat hambatan pada enzim Na+/K+-ATPase di membran sel miokardium. Hal ini menyebabkan peningkatan kalsium intraseluler yang memicu kontraksi berlebihan namun tidak teratur.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Foxglove.