Advertisement
Foxglove atau Digitalis purpurea merupakan tumbuhan berbunga asli Eropa yang kini tersebar luas di berbagai wilayah beriklim sedang, termasuk Indonesia yang kerap menanamnya sebagai tanaman hias di dataran tinggi. Tumbuhan ini termasuk famili Plantaginaceae dan dikenal dengan ciri khas bunga berbentuk lonceng yang tersusun vertikal, berwarna ungu, merah muda, atau putih dengan bercak-bercak gelap di dalam mahkotanya. Di habitat aslinya, Digitalis purpurea tumbuh liar di tepi hutan, lereng berbatu, dan area terbuka yang lembap, tetapi karena daya adaptasinya yang tinggi, ia juga mudah ditemukan di pekarangan dan taman-taman tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter.
4 Manfaat Foxglove untuk kesehatan.
Kardenolida (terutama digitoxin) menghambat Na+/K+-ATPase pada membran kardiomiosit. Peningkatan Na+ intrasel menyebabkan reverse-mode Na+/Ca2+ exchanger, meningkatkan Ca2+ intrasitoplasmik dan kontraktilitas. Efek neurohumoral: menurunkan aktivitas simpatis dan renin-angiotensin-aldosteron.
Glikosida jantung meningkatkan tonus vagal, memperlambat konduksi nodus atrioventrikular dan memperpanjang periode refrakter, sehingga menurunkan frekuensi denyut ventrikel pada fibrilasi atrium.
Digitoxin berikatan dengan subunit α Na+/K+-ATPase dan mengaktifkan kaskade Src/EGFR, protein kinase p38/JNK, serta meningkatkan ROS. Efek hilir mencakup penghambatan HIF-1α dan modulasi apoptosis/autophagy sel tumor.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Foxglove.