Foxglove

Digitalis purpurea
Nama
Foxglove
Nama Latin/Ilmiah
Digitalis purpurea
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit
Nama Lain
Fingerhut (Jerman), digitale pourpre (Prancis), dedalera (Spanyol), dedaleira (Portugal), fingerborgsblomma (Swedia)
Asal
Eropa, terutama Eropa barat dan selatan.
Kandungan Utama
Digitoksin, digoksin, digitalin, gitoksin, saponin, flavonoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Foxglove

Foxglove atau Digitalis purpurea merupakan tumbuhan berbunga asli Eropa yang kini tersebar luas di berbagai wilayah beriklim sedang, termasuk Indonesia yang kerap menanamnya sebagai tanaman hias di dataran tinggi. Tumbuhan ini termasuk famili Plantaginaceae dan dikenal dengan ciri khas bunga berbentuk lonceng yang tersusun vertikal, berwarna ungu, merah muda, atau putih dengan bercak-bercak gelap di dalam mahkotanya. Di habitat aslinya, Digitalis purpurea tumbuh liar di tepi hutan, lereng berbatu, dan area terbuka yang lembap, tetapi karena daya adaptasinya yang tinggi, ia juga mudah ditemukan di pekarangan dan taman-taman tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter.

Baca Lebih Lanjut
Update: 13 Agu 2026 - 01:20:05
 

II. Ciri-ciri Foxglove

Tanaman ini asalnya dari Eropa, suka banget sama area yang agak teduh atau terbuka, terutama di pinggiran hutan, lereng bukit, atau tanah yang lembap tapi sistem drainasenya bagus. Karakteristik/ciri-ciri Foxglove (Digitalis purpurea):

Bagian Ciri-Ciri
Siklus Hidup Tipe tanaman dua tahunan (biennial), tahun pertama cuma tumbuh daun, tahun kedua baru muncul bunga.
Batang Tegak, kuat, bisa tinggi sampai 1-2 meter, permukaannya ditumbuhi bulu-bulu halus.
Daun Bentuknya lonjong sampai oval, tepinya bergerigi, teksturnya agak kasar dan berbulu di bagian bawah, tumbuh membentuk roset di dasar batang.
Bunga Bentuknya mirip lonceng atau jari tangan (itu kenapa namanya Foxglove), warnanya ungu ke pink-pinkan dengan bintik gelap di bagian dalam, tersusun rapi dalam satu tangkai panjang (tandan).
Akar Sistem perakaran serabut yang cukup kuat buat menopang tinggi tanaman.

III. Manfaat Foxglove

4 Manfaat Foxglove untuk kesehatan.

  1. Gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun (HFrEF)

    Kardenolida (terutama digitoxin) menghambat Na+/K+-ATPase pada membran kardiomiosit. Peningkatan Na+ intrasel menyebabkan reverse-mode Na+/Ca2+ exchanger, meningkatkan Ca2+ intrasitoplasmik dan kontraktilitas. Efek neurohumoral: menurunkan aktivitas simpatis dan renin-angiotensin-aldosteron.

    Senyawa Aktif: Digitoxin, Gitaloxin, Gitoxin
    Tampilkan
  2. Fibrilasi atrium dengan respons ventrikel cepat (kontrol laju)

    Glikosida jantung meningkatkan tonus vagal, memperlambat konduksi nodus atrioventrikular dan memperpanjang periode refrakter, sehingga menurunkan frekuensi denyut ventrikel pada fibrilasi atrium.

    Senyawa Aktif: Digitoxin, Gitaloxin, Gitoxin
    Tampilkan
  3. Potensi antiproliferatif pada keganasan (karsinoma)

    Digitoxin berikatan dengan subunit α Na+/K+-ATPase dan mengaktifkan kaskade Src/EGFR, protein kinase p38/JNK, serta meningkatkan ROS. Efek hilir mencakup penghambatan HIF-1α dan modulasi apoptosis/autophagy sel tumor.

    Senyawa Aktif: Digitoxin, Digitoxigenin, Gitaloxin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+1)

Advertisement


IV. Kandungan Foxglove

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Foxglove.

  1. Digitoksin

    Golongan: Kardenolida (glikosida jantung)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Inhibisi Na+/K+-ATPase; Efek Inotropik Positif; Memperlambat Konduksi AV. Dalam Bentuk Terstandardisasi Digunakan Pada Gagal Jantung Sistolik Dan Fibrilasi Atrium..
    Tampilkan
  2. Gitoksin

    Golongan: Kardenolida (glikosida jantung)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Menghambat Na+/K+-ATPase; Meningkatkan Kontraktilitas Jantung; Efek Mirip Digitoksin Tetapi Umumnya Lebih Lemah..
    Tampilkan
  3. Gitaloksin

    Golongan: Kardenolida (glikosida jantung)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Inhibisi Na+/K+-ATPase; Efek Inotropik Positif Pada Jantung. Digunakan Terutama Sebagai Senyawa Pembanding Dalam Analisis Fitokimia..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Foxglove

Interaksi & Kontraindikasi Foxglove dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Antasida yang mengandung aluminium/magnesium

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Antasida dapat menurunkan absorpsi glikosida jantung dari Digitalis purpurea. Beri jarak minimal 2 jam antara konsumsi antasida dan digitalis.

  2. Suplemen serat/psyllium dan makanan tinggi serat

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Serat dapat mengikat glikosida jantung dan menurunkan penyerapan. Hindari konsumsi bersamaan; pisahkan beberapa jam.

  3. Rifampisin

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Rifampisin dapat menginduksi enzim hati dan menurunkan kadar digitoksin/digoksin, sehingga mengurangi efek terapi. Pemantauan kadar dan dosis diperlukan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+29)

VI. Efek Samping Foxglove

Foxglove (Digitalis purpurea) adalah tanaman yang mengandung glikosida jantung, terutama digoksin dan digitoksin, yang sangat poten dalam mempengaruhi sistem kardiovaskular. Keracunan atau efek samping dari konsumsi tanaman ini, baik dari ekstrak maupun bagian daunnya secara langsung, dikenal sebagai digitalis toksisitas. Efek samping pada jantung mencakup aritmia yang mengancam jiwa seperti bradikardia parah, takikardia ventrikel, dan blok jantung, yang terjadi akibat hambatan pada enzim Na+/K+-ATPase di membran sel miokardium. Hal ini menyebabkan peningkatan kalsium intraseluler yang memicu kontraksi berlebihan namun tidak teratur.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Foxglove

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Foxglove.

Apakah foxglove aman dikonsumsi sebagai herbal untuk kesehatan sehari-hari?
Tidak. Seluruh tanaman _Digitalis purpurea_ mengandung glikosida kardioaktif seperti digitoksin, digitalin, dan digoxin. Tidak ada dosis herbal yang aman untuk konsumsi mandiri karena batas terapeutik sangat sempit; kesalahan dosis dapat menyebabkan keracunan fatal. _European Medicines Agency. Public statement on Digitalis purpurea. 2018._
Apakah foxglove dapat digunakan untuk mengobati penyakit jantung?
Yang digunakan dalam kedokteran adalah senyawa murni terstandar seperti digoxin dan digitoxin yang diisolasi dari tanaman, bukan bagian tanaman mentah. Digoxin dapat diresepkan pada gagal jantung dan fibrilasi atrium dengan dosis ketat serta pemantauan kadar serum. Daun foxglove mentah tidak boleh digunakan karena jumlah glikosida tidak dapat diprediksi dan sangat beracun. _Ziff OJ, Kotecha D. Digoxin in heart failure. Heart. 2016;102(13):1024-1029._
Apa saja gejala keracunan foxglove?
Gejala keracunan meliputi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut; gangguan neurologis seperti pusing, sakit kepala, halusinasi visual, dan penglihatan kabur; serta gangguan kardiovaskular seperti bradikardia, blok atrioventrikular, takikardia ventrikel, dan henti jantung. Keracunan juga dapat menyebabkan hiperkalemia. _Roberts DM, Gallapatthy G, Dunuwille A, Chan BS. Pharmacological treatment of cardiac glycoside poisoning. Br J Clin Pharmacol. 2016;81(3):488-495._
Apakah foxglove aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak. Glikosida kardioaktif dapat melewati plasenta dan berisiko menyebabkan toksisitas pada janin, termasuk gangguan irama jantung. Pada ibu menyusui, digoxin diekskresikan ke dalam ASI dalam jumlah kecil, tetapi penggunaan tanaman herbal ini tidak aman karena risiko keracunan ibu dan bayi. _Briggs GG, Freeman RK, Yaffe SJ. Drugs in Pregnancy and Lactation. 11th ed. Wolters Kluwer; 2015._
Apakah foxglove aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak. Anak-anak sangat rentan terhadap toksisitas glikosida jantung, dan keracunan akibat konsumsi tidak sengaja telah banyak dilaporkan. Penggunaan digitalis pada anak hanya dapat dilakukan di rumah sakit dengan sediaan farmasi terstandar dan pemantauan ketat. Jauhkan semua bagian tanaman dari jangkauan anak. _Olson KR. Poisoning & Drug Overdose. McGraw-Hill._
Bagaimana cara mengonsumsi foxglove yang benar?
Tidak ada cara aman mengonsumsi foxglove dalam bentuk tanaman, teh, jus, bubuk, atau kapsul. Sediaan obat hanya diproduksi secara farmasi dengan kadar terstandar, diberikan oleh tenaga kesehatan, dan dipantau melalui kadar obat dalam darah. Jika tertelan secara tidak sengaja, segera cari pertolongan medis darurat. _U.S. National Library of Medicine. Digitalis poisoning. MedlinePlus; 2021._
Apa yang harus dilakukan jika seseorang tidak sengaja menelan foxglove?
Hubungi unit gawat darurat atau pusat informasi keracunan segera. Jangan memicu muntah tanpa instruksi medis. Bawa sisa tanaman jika tersedia. Di rumah sakit, pasien dapat diberikan arang aktif, koreksi elektrolit, serta antidot spesifik digoxin-specific Fab fragments jika terjadi aritmia berat. _Nelson LS, Howland MA, Lewin NA, Goldfrank LR. Goldfrank's Toxicologic Emergencies. 11th ed. McGraw-Hill; 2019._
Apakah foxglove berinteraksi dengan obat atau makanan lain?
Ya. Diuretik, kortikosteroid, laksatif, antasida, obat antiaritmia, dan beberapa antibiotik dapat mengubah kadar kalium atau efek digitalis sehingga meningkatkan risiko toksisitas. Konsumsi akar licorice serta herbal tertentu juga dapat berinteraksi. Karena itu, penggunaan digitalis harus selalu dalam pengawasan medis dengan pemantauan ketat. _Williamson EM, Driver S, Baxter K. Stockley's Herbal Medicines Interactions. 2nd ed. Pharmaceutical Press; 2013._

Henbane

Hyoscyamus niger

Tembakau

Nicotiana tabacum

Cari: