Kategori: Urology / Dermatology
Advertisement
Glycyrrhiza uralensis, yang dikenal luas sebagai Chinese Licorice atau Gan Cao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal dan berwarna cokelat kekuningan merupakan bagian yang paling bernilai secara medis. Secara morfologi, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi satu meter, dengan daun majemuk menyirip dan bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Rasa manis khas dari akar licorice berasal dari senyawa glisirizin yang 50 kali lebih manis daripada gula tebu, menjadikannya salah satu tanaman obat paling ikonik dalam khazanah botanika.
Nama Lain: Gan Cao (China), Kanzo (Japan), Gamcho (South Korea), Ural licorice (Russia), Mongolian licorice (Mongolia)
Rehmannia glutinosa, yang lebih dikenal sebagai rehmannia atau Chinese foxglove, adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari Tiongkok dan Korea. Habitat aslinya meliputi lereng bukit dan area terbuka di dataran tinggi, di mana ia tumbuh setinggi 30–60 cm dengan akar tunggang yang tebal dan berdaging. Daunnya berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan permukaan yang sedikit berbulu, sementara bunganya berbentuk lonceng berwarna ungu kemerahan yang menyerupai bunga foxglove. Tanaman ini telah dibudidayakan secara luas di Asia Timur, terutama karena akarnya yang bernilai tinggi dalam pengobatan tradisional Tiongkok, di mana dikenal sebagai di huang atau sheng di huang (akar mentah) dan shu di huang (akar yang diproses).
Nama Lain: Di Huang (China), Jiō (Japan), Jihwang (South Korea), Địa hoàng (Vietnam), Chinese foxglove (United Kingdom)
Scutellaria baicalensis, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Huang Qin, adalah tanaman herbal abadi dari famili Lamiaceae. Tanaman ini berasal dari daerah beriklim sedang di Asia Timur, terutama di padang rumput dan lereng berbatu di Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal berwarna kuning kecokelatan menjadi bagian utama yang digunakan dalam ramuan obat. Secara botani, tanaman ini memiliki batang tegak setinggi 30–120 cm, daun lanset tanpa tangkai, dan bunga berwarna biru-ungu yang tersusun dalam tandan terminal. Kandungan senyawa aktif utamanya adalah flavonoid, terutama baicalin, baicalein, dan wogonin, yang memberikan efek farmakologis signifikan.
Nama Lain: Huang Qin (China), Ougon (Japan), Hwanggeum (South Korea), Baikal skullcap (Russia), Chinese skullcap (United States)
Tanaman kacapiring (Gardenia jasminoides), yang daunnya dikenal sebagai daun kacapiring, adalah perdu cemara dari famili Rubiaceae. Tanaman ini umumnya tumbuh setinggi 1–3 meter dengan daun tebal, mengilap, berwarna hijau tua, tersusun berhadapan, dan berbentuk lonjong hingga elips. Bunganya tunggal, berwarna putih krem, dan sangat harum; seiring waktu mahkota bunga dapat menguning. Buahnya berbentuk oval, berwarna oranye kekuningan, dan mengandung banyak biji kecil. Morfologi ini membuat kacapiring mudah dikenali, terutama dari aroma bunganya yang kuat.
Nama Lain: Cape jasmine (Inggris), zhi zi (China), kuchinashi (Jepang), dành dành (Vietnam), gardenia (Amerika Serikat)
- Kampo Formulations for Prescription 2024