Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek suplementasi Moringa oleifera terhadap kontrol glikemik dan profil lipid pada orang dewasa: telaah sistematis dan meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji klinis acak terkontrol dengan total 1.058 partisipan, sebagian besar penderita diabetes melitus tipe 2
    Dosis/Durasi:
    Rerata dosis 4–10 g/hari bubuk daun atau ekstrak; durasi 4–12 minggu dalam studi-studi yang dianalisis
    Temuan:
    Suplementasi Moringa oleifera secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan trigliserida, serta meningkatkan kadar HDL. Efek paling konsisten terlihat pada dosis ≥4 g/hari dengan durasi minimal 8 minggu.
  2. Bubuk daun kelor menurunkan glukosa darah postprandial pada orang dewasa sehat: uji silang acak terkontrol tersamar ganda

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT (crossover)
    Sampel:
    30 orang dewasa sehat berusia 20–40 tahun dengan indeks massa tubuh normal
    Dosis/Durasi:
    Dosis tunggal 5 g bubuk daun kelor yang dicampurkan ke dalam meal test; pengamatan dilakukan selama 3 jam
    Temuan:
    Konsumsi bubuk daun kelor bersama makanan tinggi karbohidrat menurunkan glukosa darah pada 30 dan 60 menit setelah makan dibandingkan plasebo. Tidak terdapat efek signifikan pada respons insulin pada menit ke-120.
  3. Pengaruh bubuk daun kelor terhadap profil lipid dan penanda inflamasi pada orang dewasa dengan dislipidemia: uji klinis acak terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    56 orang dewasa dengan dislipidemia (kolesterol LDL ≥130 mg/dL), usia 30–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    6 g/hari bubuk daun kelor dalam bentuk kapsul; selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bubuk daun kelor menurunkan LDL dan hs-CRP secara signifikan, serta meningkatkan HDL dibandingkan plasebo. Efek ini terjadi tanpa perubahan signifikan pada berat badan.
  4. Efek Moringa oleifera terhadap tekanan darah: telaah sistematis dan meta-analisis uji klinis acak terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analisis
    Sampel:
    9 uji klinis acak terkontrol dengan total 560 subjek, termasuk dewasa pre-hipertensi dan hipertensi
    Dosis/Durasi:
    Dosis 3–10 g/hari bubuk atau ekstrak daun; durasi 4–16 minggu
    Temuan:
    Moringa oleifera menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 4,2 mmHg dan diastolik 2,1 mmHg. Efek lebih besar ditemukan pada studi dengan durasi intervensi ≥8 minggu.
  5. Efektivitas bubuk daun kelor terhadap kadar hemoglobin pada wanita anemia defisiensi besi: uji klinis acak terkontrol

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    72 wanita usia subur dengan anemia ringan–sedang (Hb 8–11 g/dL)
    Dosis/Durasi:
    10 g/hari bubuk daun kelor; selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian bubuk daun kelor meningkatkan hemoglobin rata-rata 1,2 g/dL dalam 8 minggu, lebih tinggi daripada kelompok besi-folat dosis rendah. Kombinasi kelor dan suplementasi besi memberikan perbaikan paling besar.
  6. Efektivitas dan keamanan Moringa oleifera pada diabetes melitus: tinjauan sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi klinis (8 RCT dan 7 studi pra-eksperimental) dengan total 1.240 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi, 2–8 g/hari bubuk daun; durasi 4–24 minggu
    Temuan:
    Bukti menunjukkan Moringa oleifera membantu penurunan glukosa darah puasa dan HbA1c tanpa efek samping serius pada dosis ≤8 g/hari. Namun, sebagian besar studi memiliki durasi pendek dan risiko bias sedang.
  7. Pengaruh ekstrak daun kelor terhadap enzim hati dan steatosis hepatik pada pasien perlemakan hati non-alkoholik: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT (double-blind)
    Sampel:
    48 pasien dengan non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD), usia 25–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak daun kelor dua kali sehari; selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak daun kelor menurunkan kadar ALT dan AST dibandingkan plasebo setelah 12 minggu. Kadar trigliserida hepatik yang dinilai melalui CT scan juga menunjukkan penurunan.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Kelor dan Anemia

    Penilitian Kelor (Moringa oleifera) untuk Anemia:
    • Efek Suplementasi Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Anemia: Uji Klinis Acak Terkontrol
    • Efektivitas Moringa oleifera dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin: Sebuah Meta-Analisis
    • Pengaruh Pemberian Bubuk Daun Kelor terhadap Status Anemia pada Anak Usia Sekolah Dasar
  2. Kelor dan Gagal Ginjal

    Penilitian Kelor (Moringa oleifera) untuk Gagal Ginjal:
    • Efek Nefroprotektif Ekstrak Daun Moringa oleifera terhadap Kerusakan Ginjal Akibat Gentamisin pada Tikus
    • Efek Serbuk Daun Moringa oleifera terhadap Fungsi Ginjal pada Pasien Diabetes Tipe 2 dengan Penyakit Ginjal Kronis: Uji Acak Terkendali
    • Tinjauan Sistematis Potensi Nefroprotektif Moringa oleifera: Bukti dari Studi Praklinis dan Klinis
  3. Kelor dan Osteoporosis

    Penilitian Kelor (Moringa oleifera) untuk Osteoporosis:
    • Pengaruh Pemberian Bubuk Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kepadatan Mineral Tulang pada Wanita Pascamenopause dengan Osteoporosis
    • Ekstrak Etanol Daun Kelor Memperbaiki Mikrostruktur Tulang pada Tikus Ovariektomi Model Osteoporosis
    • Tinjauan Sistematis Efek Moringa oleifera pada Kesehatan Tulang dan Osteoporosis

Cari: