Advertisement
Trengguli (Cassia fistula) adalah pohon dari famili Fabaceae yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Daunnya tersusun majemuk menyirip dengan 3–8 pasang anak daun yang berbentuk lonjong hingga lanset, berwarna hijau cerah, dan tersusun berseling pada tangkai utama. Setiap anak daun umumnya memiliki tepi rata, ujung meruncing, serta permukaan yang halus; daun muda kadang berwarna kemerahan. Daun trengguli berfungsi utama dalam fotosintesis dan menjadi salah satu ciri morfologi yang membedakannya dari spesies Cassia lain, terutama karena ukurannya yang cukup besar dan kebiasaannya merontokkan daun pada musim kemarau di daerah tropis bermusim.
Tumbuh subur di daerah tropis dengan iklim kering atau musiman. Biasanya ditemukan di hutan gugur, pinggir jalan, atau taman sebagai tanaman hias karena bunganya yang cantik. Karakteristik/ciri-ciri Daun Trengguli (Cassia fistula):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Daun | Daun majemuk menyirip genap (pinnate) |
| Panjang Tangkai Daun | Sekitar 30-40 cm |
| Jumlah Anak Daun | Terdiri dari 4-8 pasang anak daun yang tersusun berhadapan |
| Bentuk Anak Daun | Lonjong atau oval (ovate-oblong) dengan ujung yang meruncing |
| Tekstur Permukaan | Halus, agak mengkilap di bagian atas, dan berwarna hijau terang |
| Tulang Daun | Menyirip jelas, terlihat menonjol di bagian bawah daun |
| Ukuran Anak Daun | Panjang sekitar 7-20 cm dengan lebar 4-9 cm |
Daun Trengguli (Cassia fistula) dikenal dalam pengobatan tradisional memiliki berbagai khasiat, namun penggunaannya juga dikaitkan dengan beberapa efek samping, terutama pada sistem pencernaan. Kandungan senyawa aktif seperti glikosida anthraquinone di dalam daun ini bekerja sebagai laksatif kuat. Oleh karena itu, konsumsi berlebihan atau penggunaan jangka panjang seringkali memicu efek samping berupa kram perut, nyeri abdomen, mual, serta diare osmotik yang dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang memadai.