Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh suplementasi kemangi (Ocimum basilicum) terhadap kontrol glikemik dan profil lipid: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    9 uji klinis acak dengan total 612 partisipan, sebagian besar pasien diabetes tipe 2 dan dewasa dengan sindrom metabolik.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak Ocimum basilicum 500–1000 mg/hari selama 8–12 minggu, bervariasi antar studi.
    Temuan:
    Suplementasi kemangi menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c secara bermakna dibandingkan plasebo. Efek terhadap profil lipid bervariasi, dengan penurunan trigliserida tetapi tanpa perubahan signifikan pada LDL.
  2. Efek ekstrak daun kemangi terhadap penanda stres oksidatif dan inflamasi pada penderita diabetes tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2 yang dikelompokkan menjadi 30 orang menerima ekstrak kemangi dan 30 orang plasebo.
    Dosis/Durasi:
    1000 mg/hari ekstrak air kemangi dalam bentuk kapsul, diberikan selama 12 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kemangi meningkatkan kapasitas antioksidan total dan menurunkan kadar malondialdehid serta TNF-α dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Komposisi kimia dan aktivitas antimikroba minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L.)

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Minyak atsiri dari daun kemangi yang dianalisis dengan GC-MS; uji antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans.
    Dosis/Durasi:
    Dosis uji in vitro: 0,5–2,0 µL/mL sebagai konsentrasi hambat minimum; tidak ada durasi pemberian karena bersifat paparan langsung.
    Temuan:
    Komponen utama minyak atsiri kemangi adalah linalool dan estragol. Minyak atsiri kemangi menunjukkan aktivitas antibakteri dan antijamur dengan konsentrasi hambat minimum yang rendah.
  4. Efek gastroprotektif ekstrak etanol daun kemangi pada tikus yang diinduksi tukak lambung dengan etanol

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi lima kelompok: kontrol, kontrol negatif, dan tiga kelompok dosis ekstrak.
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 300 mg/kg berat badan per hari secara oral selama 7 hari sebelum induksi etanol.
    Temuan:
    Ekstrak etanol kemangi dosis 200 dan 300 mg/kg secara signifikan mengurangi indeks ulkus dan meningkatkan sekresi mukus lambung. Aktivitas ini diduga berkaitan dengan kandungan flavonoid yang menekan oksidasi dan inflamasi.
  5. Efek aromaterapi minyak atsiri kemangi terhadap kecemasan dan kualitas tidur pada dewasa muda

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 mahasiswa sehat dengan keluhan stres ringan-sedang; kelompok intervensi berjumlah 40 orang dan kelompok kontrol 40 orang.
    Dosis/Durasi:
    1 tetes minyak atsiri 100% dalam diffuser, digunakan 30 menit sebelum tidur setiap malam selama 4 minggu.
    Temuan:
    Inhalasi minyak atsiri kemangi selama 30 menit sebelum tidur menurunkan skor kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur setelah 4 minggu secara signifikan. Aromaterapi kemangi menunjukkan toleransi yang baik tanpa efek samping berarti.
  6. Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi Ocimum basilicum L.: tinjauan sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    42 studi meliputi penelitian in vitro, hewan, dan uji klinis yang menilai efek antioksidan dan antiinflamasi kemangi.
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi; pada studi hewan ekstrak 50–1000 mg/kg berat badan, pada uji manusia 300–1000 mg/hari selama 4–16 minggu.
    Temuan:
    Kandungan polifenol dan flavonoid kemangi menghambat enzim proinflamasi seperti COX-2 serta menurunkan sitokin inflamasi. Sebagian besar studi menunjukkan efek antioksidan yang signifikan, tetapi dosis dan metode belum seragam.
  7. Efektivitas obat kumur ekstrak kemangi (Ocimum basilicum) terhadap plak dan gingivitis: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji klinis acak dengan total 256 pasien gingivitis ringan-sedang.
    Dosis/Durasi:
    Obat kumur ekstrak etanol 0,2% sebanyak 10 mL, dikumur 2 kali sehari selama 14–21 hari.
    Temuan:
    Obat kumur ekstrak kemangi menurunkan indeks plak dan perdarahan gingiva secara signifikan dibandingkan plasebo. Efeknya setara dengan klorheksidin dalam menurunkan plak, tetapi dengan lebih sedikit gangguan rasa.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Kemangi dan Insomnia

    Penilitian Kemangi (Ocimum basilicum) untuk Insomnia:
    • Efek Sedatif dan Anxiolitik Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) pada Mencit
    • Aktivitas Hipnotik Minyak Atsiri Kemangi (Ocimum basilicum) pada Tikus yang Diinduksi Insomnia
    • Pengaruh Aromaterapi Minyak Kemangi terhadap Kualitas Tidur pada Lansia dengan Insomnia Ringan: Uji Klinis Acak Terkontrol
  2. Kemangi dan Maag

    Penilitian Kemangi (Ocimum basilicum) untuk Maag:
    • Efek Gastroprotektif Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) pada Tikus yang Diinduksi Etanol
    • Uji Klinis Ekstrak Daun Kemangi pada Pasien Dispepsia Fungsional: Studi Acak Tersamar Ganda
    • Efek Protektif Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum) pada Tukak Lambung yang Diinduksi Aspirin pada Tikus
  3. Kemangi dan Migrain

    Penilitian Kemangi (Ocimum basilicum) untuk Migrain:
    • Efektivitas Aromaterapi Minyak Esensial Kemangi (Ocimum basilicum) terhadap Frekuensi dan Intensitas Serangan Migrain: Uji Klinis Acak Terkontrol
    • Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum) terhadap Skor Nyeri dan Kualitas Hidup pada Pasien Migrain Kronis
    • Systematic Review dan Meta-Analisis Herbal untuk Migrain: Fokus pada Ocimum basilicum dan Tanaman Anti-inflamasi Lainnya
  4. Kemangi dan Hipertensi

    Penilitian Kemangi (Ocimum basilicum) untuk Hipertensi:
    • Efek Ekstrak Kemangi (Ocimum basilicum) terhadap Tekanan Darah: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Acak Terkendali
    • Uji Acak Terkendali Ganda Tersamar Pengaruh Ekstrak Daun Kemangi terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Derajat 1
    • Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Hipertensi: Fokus pada Spesies Ocimum

Cari: