Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aromaterapi minyak melati terhadap kecemasan dan kualitas tidur pasien sindrom koroner akut: uji acak terkendali

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien sindrom koroner akut, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak melati 2% pada kasa selama 20 menit, 3 malam berturut-turut
    Temuan:
    Inhalasi minyak melati menurunkan skor kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Efek ini mendukung penggunaan aromaterapi melati sebagai intervensi komplementer pada pasien kardiovaskular.
  2. Efek aromaterapi terhadap kecemasan pada pasien infark miokard: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    10 RCT dengan total 936 pasien infark miokard
    Dosis/Durasi:
    Beragam; umumnya inhalasi minyak esensial 2-3% selama 5-20 menit per sesi
    Temuan:
    Aromaterapi, termasuk minyak melati, menurunkan skor kecemasan secara signifikan pada pasien infark miokard. Heterogenitas antarstudi cukup tinggi sehingga hasil perlu ditafsirkan hati-hati.
  3. Jasminum sambac: tinjauan penggunaan tradisional, fitokimia, dan farmakologi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Literatur ilmiah terkait etnobotani, fitokimia, dan farmakologi Jasminum sambac
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi literatur)
    Temuan:
    Jasminum sambac mengandung flavonoid, terpenoid, dan minyak atsiri dengan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, serta antidiabetik. Tinjauan ini merangkum bukti pra-klinis dan potensi pengembangannya sebagai bahan obat.
  4. Komposisi kimia dan aktivitas biologis minyak atsiri bunga Jasminum sambac

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji eksperimental in vitro
    Sampel:
    Minyak atsiri bunga melati; bakteri Gram positif dan Gram negatif
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,5-10 mg/mL untuk uji antimikroba dan antioksidan
    Temuan:
    Minyak atsiri didominasi oleh benzil asetat, linalool, dan indol serta menunjukkan aktivitas antioksidan dan antimikroba. Aktivitas ini menjadikan minyak melati kandidat untuk bahan antimikroba alami.
  5. Aktivitas antioksidan dan antimikroba ekstrak bunga Jasminum sambac

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak etanol, metanol, dan air bunga melati; bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
    Dosis/Durasi:
    IC50 antioksidan 45-120 µg/mL; zona hambat 8-15 mm pada konsentrasi 100 mg/mL
    Temuan:
    Ekstrak etanol bunga melati menunjukkan aktivitas antioksidan kuat dan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus serta Escherichia coli. Hasil ini mendukung penggunaan tradisional melati sebagai agen antioksidan dan antimikroba.
  6. Sintesis nanopartikel perak menggunakan ekstrak daun Jasminum sambac dan aktivitas antibakterinya

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak daun melati, larutan AgNO3, bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 1-10% v/v dengan AgNO3 1 mM
    Temuan:
    Ekstrak daun Jasminum sambac berhasil mereduksi AgNO3 menjadi nanopartikel perak yang stabil. Nanopartikel perak yang terbentuk menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji.
  7. Efek antidiabetik dan antioksidan Jasminum sambac pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan dengan diabetes induksi streptozotocin
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak melati menurunkan kadar glukosa darah, meningkatkan kadar insulin, dan memperbaiki profil lipid. Efek ini disertai penurunan penanda stres oksidatif.
  8. Minyak atsiri Jasminum sambac memperbaiki gangguan memori akibat skopolamin pada tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 tikus Swiss albino dengan model gangguan memori akibat skopolamin
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi atau pemberian minyak atsiri 100 dan 200 mg/kgBB selama 14 hari
    Temuan:
    Minyak atsiri melati meningkatkan memori spasial dan menurunkan stres oksidatif di otak. Temuan ini menunjukkan potensi neuroprotektif minyak atsiri Jasminum sambac.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Melati dan Asma

    Penilitian Melati (Jasminum sambac) untuk Asma:
    • Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Bunga Melati (Jasminum sambac) pada Tikus Model Asma Alergi
    • Uji Klinis Aromaterapi Minyak Atsiri Melati (Jasminum sambac) terhadap Fungsi Paru dan Kualitas Hidup Pasien Asma Bronkial
    • Mekanisme Relaksasi Otot Polos Trakea oleh Ekstrak Metanol Bunga Melati (Jasminum sambac) secara In Vitro
  2. Melati dan Insomnia

    Penilitian Melati (Jasminum sambac) untuk Insomnia:
    • Pengaruh Aromaterapi Minyak Esensial Melati (Jasminum sambac) terhadap Kualitas Tidur pada Lansia dengan Insomnia Ringan
    • Efek Sedatif Ekstrak Etanol Daun Melati (Jasminum sambac) pada Tikus yang Diinduksi Insomnia
    • Meta-Analisis Efek Aromaterapi terhadap Insomnia: Fokus pada Minyak Esensial Bunga Melati
  3. Melati dan Hepatitis B

    Penilitian Melati (Jasminum sambac) untuk Hepatitis B:
    • Efek Hepatoprotektif dan Antiviral Ekstrak Etanol Bunga Melati (Jasminum sambac) pada Tikus yang Diinfeksi Virus Hepatitis B
    • Uji Klinis Fase II Ekstrak Terstandar Bunga Melati sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Hepatitis B Kronis
    • Aktivitas Antiviral Senyawa Linalool dari Minyak Atsiri Melati terhadap Replikasi Virus Hepatitis B secara In Vitro

Cari: