清上防風湯

(Seijobofuto)

Kategori: Dermatology


Seijobofuto adalah formula Kampo yang digunakan untuk mengatasi jerawat, eksim, dan peradangan kulit. Formula ini bekerja dengan membersihkan panas dari bagian atas tubuh dan sering digunakan untuk kondisi kulit dengan kemerahan dan peradangan [citation:2].

Indikasi/Manfaat:

Jerawat, eksim, peradangan kulit, dan kemerahan pada wajah.

Bahan Herbal dalam Seijobofuto:

Akar Angelica Jepang
Angelica acutiloba
Rimpang Cnidium
Cnidium officinale
Scutellaria baicalensis
Rimpang Coptis
Coptis japonica
Gardenia jasminoides
Saposhnikovia divaricata
Mentha arvensis
Glycyrrhiza uralensis

Advertisement

Akar Manis Cina / Chinese Licorice

Glycyrrhiza uralensis
Akar Manis Cina

Glycyrrhiza uralensis, yang dikenal luas sebagai Chinese Licorice atau Gan Cao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal dan berwarna cokelat kekuningan merupakan bagian yang paling bernilai secara medis. Secara morfologi, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi satu meter, dengan daun majemuk menyirip dan bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Rasa manis khas dari akar licorice berasal dari senyawa glisirizin yang 50 kali lebih manis daripada gula tebu, menjadikannya salah satu tanaman obat paling ikonik dalam khazanah botanika.

Nama Lain: Gan Cao (China), Kanzo (Japan), Gamcho (South Korea), Ural licorice (Russia), Mongolian licorice (Mongolia)

Huang Qin / Chinese Skullcap

Scutellaria baicalensis

Scutellaria baicalensis, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Huang Qin, adalah tanaman herbal abadi dari famili Lamiaceae. Tanaman ini berasal dari daerah beriklim sedang di Asia Timur, terutama di padang rumput dan lereng berbatu di Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal berwarna kuning kecokelatan menjadi bagian utama yang digunakan dalam ramuan obat. Secara botani, tanaman ini memiliki batang tegak setinggi 30–120 cm, daun lanset tanpa tangkai, dan bunga berwarna biru-ungu yang tersusun dalam tandan terminal. Kandungan senyawa aktif utamanya adalah flavonoid, terutama baicalin, baicalein, dan wogonin, yang memberikan efek farmakologis signifikan.

Nama Lain: Huang Qin (China), Ougon (Japan), Hwanggeum (South Korea), Baikal skullcap (Russia), Chinese skullcap (United States)

Poko-Poko / Wild Mint

Mentha arvensis

Poko-Poko (Mentha arvensis), yang dikenal juga sebagai daun mint ladang atau mint Jepang, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Lamiaceae yang banyak tumbuh liar di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini memiliki batang basah yang sedikit berbulu, daun berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi, serta aroma khas mentol yang kuat. Minyak atsiri yang dihasilkannya mengandung mentol tinggi, menjadikannya salah satu sumber utama penghasil mentol alami di dunia. Di berbagai daerah, Poko-Poko dimanfaatkan sebagai sayuran segar, lalapan, maupun bahan ramuan tradisional.

Nama Lain: Field mint (Inggris), corn mint (Amerika Serikat), Japanese mint (Jepang), pudina (India), yerba buena (Filipina)

Siler Root / Fang Feng

Saposhnikovia divaricata

Siler Root atau yang dikenal luas dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Fang Feng berasal dari akar tumbuhan Saposhnikovia divaricata, anggota famili Apiaceae. Tumbuhan ini merupakan herba tahunan yang tumbuh liar di padang rumput dan lereng berbatu di Asia Timur, terutama di Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akarnya dipanen pada musim semi atau gugur, lalu dikeringkan untuk digunakan sebagai bahan obat. Dalam kerangka pengobatan tradisional Tiongkok, Fang Feng termasuk dalam kategori obat penghilang angin-panas-lembab, dan secara klasik digunakan untuk mengatasi sakit kepala, nyeri sendi, menggigil, serta gejala awal masuk angin yang disertai tubuh pegal dan kaku.

Nama Lain: Fang Feng (China), Bofu (Japan), Bangpung (Korea), Phòng Phong (Vietnam), Siler root (Amerika Serikat)

Daun Kacapiring

Gardenia jasminoides

Tanaman kacapiring (Gardenia jasminoides), yang daunnya dikenal sebagai daun kacapiring, adalah perdu cemara dari famili Rubiaceae. Tanaman ini umumnya tumbuh setinggi 1–3 meter dengan daun tebal, mengilap, berwarna hijau tua, tersusun berhadapan, dan berbentuk lonjong hingga elips. Bunganya tunggal, berwarna putih krem, dan sangat harum; seiring waktu mahkota bunga dapat menguning. Buahnya berbentuk oval, berwarna oranye kekuningan, dan mengandung banyak biji kecil. Morfologi ini membuat kacapiring mudah dikenali, terutama dari aroma bunganya yang kuat.

Nama Lain: Cape jasmine (Inggris), zhi zi (China), kuchinashi (Jepang), dành dành (Vietnam), gardenia (Amerika Serikat)


Referensi:

  1. Kampo Formulations for Prescription 2024

Seihaito

Seihaito

Seishinrenshiin

Seishinrenshiin

Cari: