Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antibakteri dan Antibiofilm Minyak Esensial Bunga Lawang terhadap Staphylococcus aureus Resisten Methisilin (MRSA)

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    3 isolat klinis MRSA dan 1 strain referensi ATCC 33591
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,125–4 mg/mL; inkubasi 24 jam untuk MIC dan 48 jam untuk uji biofilm.
    Temuan:
    Minyak esensial Bunga Lawang menghambat pertumbuhan MRSA dengan MIC 0,25–0,5 mg/mL serta mengganggu pembentukan biofilm. Kerusakan membran sel terlihat pada mikroskop elektron.
  2. Aplikasi Minyak Esensial Bunga Lawang sebagai Pengawet Daging Babi: Pengaruh terhadap Kualitas Mikrobiologis dan Fisikokimia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental dengan pengacakan
    Sampel:
    120 potong daging babi (2×2×2 cm) yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Dosis 0,25% dan 0,5% v/v; penyimpanan pada 4°C selama 0–12 hari.
    Temuan:
    Minyak esensial Bunga Lawang 0,5% menurunkan total bakteri psikrotrofik dan memperpanjang umur simpan daging hingga 9 hari. Warna dan tekstur daging tetap dapat diterima secara sensoris.
  3. Komposisi Kimia dan Aktivitas Antimikroba Minyak Esensial Illicium verum dari Berbagai Daerah Asal

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Buah Illicium verum dari 5 daerah; diuji terhadap 8 bakteri dan 3 jamur
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,1–2 μL/mL; inkubasi 24 jam untuk bakteri dan 72 jam untuk jamur.
    Temuan:
    Trans-anetol (85,2%) merupakan komponen utama dan minyak esensial memiliki aktivitas antijamur kuat terhadap Aspergillus niger. Aktivitas antimikroba bervariasi tergantung asal geografis tanaman.
  4. Minyak Esensial Bunga Lawang Menghambat Pertumbuhan Pseudomonas fluorescens dan Aplikasinya pada Fillet Ikan Nila

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Pseudomonas fluorescens ATCC 13525; uji aplikasi pada fillet ikan nila
    Dosis/Durasi:
    MIC dan MBC berturut-turut 1,25 mg/mL dan 2,5 mg/mL; perendaman fillet selama 15 menit, lalu simpan pada 4°C.
    Temuan:
    Minyak Bunga Lawang merusak membran sel dan meningkatkan kebocoran protein Pseudomonas fluorescens. Pada fillet, konsentrasi 1% menekan pertumbuhan bakteri sebesar 2,5 log CFU/g selama 8 hari penyimpanan.
  5. Efek Anti-Inflamasi Trans-Anetol dari Bunga Lawang pada Kolitis Ulseratif yang Diinduksi Dekstran Sulfat pada Mencit

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    50 mencit jantan C57BL/6 usia 8 minggu yang diinduksi DSS 2%
    Dosis/Durasi:
    Dosis 50, 100, dan 200 mg/kg per oral selama 7 hari bersamaan dengan induksi DSS.
    Temuan:
    Pemberian trans-anetol dosis 100 mg/kg menurunkan skor keparahan kolitis serta menekan TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Gambaran histopatologi menunjukkan perbaikan kerusakan kripta kolon.
  6. Efek Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Bunga Lawang pada Tikus yang Diinduksi Karbon Tetraklorida

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Dosis 50, 100, dan 200 mg/kg per oral selama 14 hari; injeksi CCl4 intraperitoneal diberikan pada hari ke-7.
    Temuan:
    Ekstrak etanol Bunga Lawang 200 mg/kg menurunkan kadar ALT dan AST secara signifikan serta meningkatkan aktivitas SOD dan GSH hati. Perubahan nekrosis hepatosit akibat CCl4 juga berkurang.
  7. Aktivitas Larvasida Minyak Esensial Bunga Lawang terhadap Aedes aegypti

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    25 larva instar III Aedes aegypti per kelompok, dengan 4 ulangan
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–100 mg/L; pemaparan selama 24 jam.
    Temuan:
    Minyak esensial Bunga Lawang memiliki aktivitas larvasida dengan LC50 sebesar 34,2 mg/L. Aktivitas ini diduga berasal dari senyawa fenilpropanoid dan terpenoid.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Bunga Lawang dan Insomnia

    Penilitian Bunga Lawang (Illicium verum) untuk Insomnia:
    • Efek Sedatif Ekstrak Etanol Bunga Lawang (Illicium verum) pada Tikus yang Diinduksi Insomnia: Studi Perilaku dan Neurokimia
    • Pengaruh Aromaterapi Minyak Atsiri Bunga Lawang terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Insomnia Ringan-Sedang: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda
    • Mekanisme Molekuler Anetol dari Illicium verum dalam Memodulasi Sistem GABAergik sebagai Agen Hipnotik
  2. Bunga Lawang dan Hipertensi

    Penilitian Bunga Lawang (Illicium verum) untuk Hipertensi:
    • Efek Antihipertensi Ekstrak Etanol Bunga Lawang (Illicium verum) pada Tikus Hipertensi yang Diinduksi Garam
    • Uji Klinis Acak Terkontrol Efek Teh Bunga Lawang terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Ringan-Sedang
    • Mekanisme Vasodilatasi Minyak Atsiri Illicium verum pada Aorta Tikus Terisolasi

Cari: