Mango Ginger Root (Curcuma amada), yang dikenal secara tradisional karena sifat anti-inflamasi dan antimikrobanya, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai bagian dari makanan. Namun, konsumsi dalam dosis tinggi atau bentuk suplemen terkonsentrasi dapat memicu beberapa efek samping pada sistem pencernaan. Keluhan gastrointestinal ringan seperti mual, kembung, dan rasa tidak nyaman di lambung sering dilaporkan oleh individu dengan sensitivitas lambung, karena kandungan senyawa bioaktifnya dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan.
Selain masalah pencernaan, penggunaan Curcuma amada dalam jangka panjang atau dosis berlebihan berpotensi memengaruhi sistem kardiovaskular dan koagulasi darah. Tanaman yang satu marga dengan kunyit ini memiliki sifat antiplatelet alami yang dapat memperlambat pembekuan darah. Oleh karena itu, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko memar atau perdarahan, terutama bagi individu yang memiliki gangguan pendarahan atau mereka yang sedang dalam terapi obat pengencer darah. Reaksi alergi kulit berupa dermatitis kontak juga dapat terjadi pada individu yang sangat sensitif saat menangani akar segarnya.
Rekomendasi:
Berdasarkan pandangan medis, pasien yang memiliki riwayat gangguan pendarahan, tukak lambung, atau sedang mengonsumsi obat antikoagulan (seperti warfarin atau aspirin) sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen Mango Ginger Root. Ibu hamil dan menyusui juga disarankan menghindari penggunaan dalam dosis obat karena kurangnya data keamanan klinis yang memadai pada kelompok ini. Penggunaan sebaiknya dihentikan minimal dua minggu sebelum menjalani prosedur operasi elektif guna menghindari komplikasi pendarahan.
Referensi:
- Prakash, O., et al. (2011). Curcuma amada Roxb. (Mango ginger): A review of its ethnomedicinal, chemical and pharmacological potential. International Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 3(3), 35-39.
- Jurenka, J. S. (2009). Anti-inflammatory properties of curcumin, a major constituent of Curcuma longa: a review of preclinical and clinical research. Alternative Medicine Review, 14(2), 141-153.
- Amalraj, A., et al. (2017). Biological activities of curcuminoids, other homologs from Curcuma longa and Curcuma amada: A review. Journal of Traditional and Complementary Medicine, 7(3), 343-357.