Kasifikasi ilmiah Kayu Manis Koja (Cinnamomum sintoc)
Author: Blume
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Magnoliidae |
| Ordo: | Laurales |
| Famili: | Lauraceae |
| Subfamili: | Lauroideae |
| Tribus: | Cinnamomeae |
| Genus: | Cinnamomum |
| Spesies: | Cinnamomum sintoc |
Cinnamomum sintoc, atau yang lebih dikenal dengan nama Sintok, merupakan pohon hutan yang memiliki aroma khas dari kulit batangnya. Tanaman ini sering ditemukan tumbuh liar di hutan tropis Indonesia dan bagian kulit batangnya sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai rempah-rempah pengganti kayu manis, bahkan sering digunakan sebagai campuran ramuan jamu tradisional karena khasiat aromatiknya.
Secara fisik, pohon ini bisa tumbuh cukup besar dengan karakteristik kayu yang cukup kuat dan daun yang mengkilap. Selain aromanya yang menenangkan, tanaman ini memiliki peran penting dalam ekosistem hutan sebagai penyedia naungan dan habitat bagi berbagai serangga serta burung kecil. Meskipun tidak sepopuler kayu manis komersial, sintok tetap menjadi bagian berharga dari kekayaan hayati Nusantara yang eksotis.
Advertisement