Kayu Manis Koja (Cinnamomum sintoc) merupakan tanaman herbal yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional. Namun, konsumsi berlebihan atau penggunaan ekstraknya dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan. Kandungan utama dalam kulit batang sintoc meliputi minyak atsiri, eugenol, safrole, dan senyawa kumarin. Senyawa-senyawa bioaktif ini, meskipun memiliki sifat terapeutik, dapat bersifat toksik jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang tanpa pengawasan yang tepat.
Efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan iritasi pada saluran pencernaan dan selaput lendir akibat kandungan eugenol yang tinggi. Selain itu, beberapa spesies dalam genus Cinnamomum diketahui mengandung kumarin yang dapat berpotensi memberikan tekanan pada organ hati (hepatotoksisitas) jika terakumulasi dalam tubuh. Reaksi alergi seperti dermatitis kontak juga dapat terjadi pada individu yang sensitif terhadap komponen minyak atsiri yang terkandung di dalam kayu manis koja.
Rekomendasi:
Berdasarkan panduan medis dan toksikologi herbal, disarankan agar konsumsi Cinnamomum sintoc dilakukan secara bijak dan tidak melebihi dosis tradisional yang dianjurkan. Ibu hamil, menyusui, serta individu dengan riwayat gangguan hati atau lambung sebaiknya menghindari penggunaan ekstrak pekat kayu manis koja tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli herbal bersertifikasi. Jika timbul gejala seperti mual, nyeri perut, atau reaksi alergi setelah penggunaan, segera hentikan konsumsi dan temui tenaga medis profesional.
Referensi:
- World Health Organization. WHO monographs on selected medicinal plants. Volume 1. Geneva: World Health Organization; 1999.
- Awang, K., et al. Chemical constituents and biological activities of Cinnamomum species. Journal of Medicinal Plants Research, 2012; 6(13): 245-258.
- European Medicines Agency (EMA). Assessment report on Cinnamomum verum J.S. Presl. and Cinnamomum cassia Blume, cortex. Committee on Herbal Medicinal Products (HMPC), 2011.