Advertisement
Tanaman merambat yang agresif ini suka banget tumbuh di area tropis yang lembap. Biasanya sering ditemukan di pagar rumah, semak-semak, pinggir jalan, atau area terbuka yang kena banyak sinar matahari. Tanaman ini punya daya tahan tinggi dan bisa jadi gulma kalau tidak dikendalikan. Karakteristik/ciri-ciri Ivy Gourd / Tamlueng (Coccinia grandis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Batangnya ramping, lunak, dan punya sulur (tendril) buat memanjat. Warnanya hijau muda saat masih muda dan bakal mengeras atau berkayu kalau sudah tua. |
| Daun | Bentuknya seperti jantung atau agak menjari dengan 5 sudut. Teksturnya halus dan warnanya hijau cerah. Daunnya tersusun selang-seling di sepanjang batang. |
| Bunga | Bunganya cantik, bentuknya seperti lonceng atau bintang dengan warna putih bersih. Biasanya muncul sendirian di ketiak daun. |
| Buah | Bentuknya lonjong seperti timun kecil. Pas masih muda warnanya hijau dengan garis-garis putih, tapi kalau sudah matang berubah jadi merah terang dan teksturnya lunak. |
| Akar | Punya sistem perakaran yang kuat dengan umbi akar di bagian bawah yang bikin tanaman ini susah mati dan gampang tumbuh lagi meskipun bagian atasnya dipotong. |
Ivy Gourd atau Tamlueng (Coccinia grandis) secara umum dianggap aman ketika dikonsumsi sebagai bagian dari makanan sehari-hari di berbagai negara Asia Tenggara. Namun, konsumsi bagian tanaman ini, terutama dalam bentuk ekstrak herbal atau dosis tinggi, dapat menimbulkan beberapa efek samping potensial yang perlu diwaspadai. Efek samping yang paling umum dilaporkan berkaitan dengan penurunan kadar gula darah (hipoglikemia). Karena tanaman ini memiliki sifat anti-diabetes yang kuat, penggunaan berlebihan tanpa pemantauan dapat menyebabkan gejala seperti pusing, gemetar, lemas, dan keringat dingin, terutama jika dikombinasikan dengan obat penurun glukosa lainnya.