Advertisement
Tanaman ini tipe yang tangguh, suka daerah yang hangat dan kering. Biasanya dibudidayakan di lahan tegalan atau area dengan curah hujan rendah karena toleransi kekeringannya sangat bagus. Karakteristik/ciri-ciri Foxtail Millet (Setaria italica):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Sistem akarnya serabut, masuk ke dalam tanah dengan cukup kuat untuk menyerap nutrisi. |
| Batang | Tumbuh tegak, silindris, dan bisa bercabang atau tidak tergantung varietasnya. Tingginya bervariasi, rata-rata antara 50 cm sampai 2 meter. |
| Daun | Bentuknya memanjang seperti pita dengan ujung yang runcing. Permukaan daun biasanya agak kasar dengan tulang daun yang sejajar. |
| Bunga Dan Malai | Bentuknya khas banget seperti ekor rubah (makanya disebut foxtail millet). Bunganya tersusun dalam malai yang padat, silindris, dan bisa melengkung. |
| Biji | Ukuran bijinya kecil-kecil, bulat, dan warnanya bisa bervariasi mulai dari putih, kuning, oranye, sampai hitam tergantung jenisnya. |
Foxtail millet (Setaria italica) adalah biji-bijian yang umumnya aman dan kaya nutrisi, namun konsumsi berlebih atau pengolahan yang tidak tepat dapat menimbulkan beberapa efek samping. Salah satu komponen yang perlu diwaspadai adalah adanya kandungan senyawa antinutrisi seperti asam fitat, tannin, dan polifenol. Senyawa-senyawa ini dapat berikatan dengan mineral penting seperti zat besi, seng, kalsium, dan magnesium di dalam saluran pencernaan, sehingga menurunkan bioavailabilitas dan penyerapan mineral tersebut oleh tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah sangat tinggi tanpa perendaman atau fermentasi yang memadai.