Kasifikasi ilmiah Egyptian Walking Onion (Allium ? proliferum)
Author: (Moench) Schrad. ex Willd.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Liliidae |
| Ordo: | Asparagales |
| Famili: | Amaryllidaceae |
| Subfamili: | Allioideae |
| Tribus: | Allieae |
| Genus: | Allium |
| Spesies: | Allium × proliferum |
Allium × proliferum, yang lebih dikenal sebagai bawang berjalan atau bawang Mesir, adalah tanaman unik hasil hibridisasi alami antara bawang bombay (Allium cepa) dan bawang daun (Allium fistulosum). Tanaman ini sangat menarik karena cara perkembangbiakannya; alih-alih hanya berbunga, ia menghasilkan sekumpulan 'bulbil' atau bawang-bawang kecil di ujung tangkainya. Bobot bulbil ini sering kali membuat tangkainya melengkung ke tanah, di mana bawang kecil tersebut kemudian tumbuh dan berakar, seolah-olah tanaman ini sedang 'berjalan' melintasi kebunmu.
Dari sisi kuliner dan kebun, tanaman ini sangat disukai karena ketahanannya yang luar biasa terhadap cuaca ekstrem. Kamu bisa memanen bagian daun hijaunya seperti daun bawang, atau menunggu bagian bawang di bawah tanah maupun bulbil di atasnya untuk dijadikan bumbu masakan. Rasanya yang tajam dan khas membuat Allium × proliferum menjadi tanaman yang sangat praktis dan menyenangkan untuk ditanam di pekarangan rumah bagi para pegiat berkebun skala kecil.
Advertisement