Advertisement
Tanaman ini tumbuh subur di daerah beriklim tropis hingga subtropis dengan sinar matahari penuh. Citron menyukai tanah yang subur, berdrainase baik (tidak menggenang), dan cukup sensitif terhadap cuaca yang terlalu dingin atau beku. Karakteristik/ciri-ciri Citron (Citrus medica):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Berupa semak besar atau pohon kecil yang biasanya tumbuh tidak terlalu tinggi dengan cabang-cabang yang agak berduri. |
| Daun | Berbentuk oval atau elips, warnanya hijau mengkilap, dan punya aroma harum yang khas kalau diremas. Tepi daunnya cenderung bergerigi halus. |
| Bunga | Bunganya cukup besar dan cantik, warnanya putih kekuningan di bagian luar dan putih di bagian dalam. Biasanya muncul dalam kelompok kecil. |
| Buah | Ini bagian paling ikoniknya: ukurannya besar, bentuknya bisa lonjong atau berbenjol-benjol tidak beraturan. Kulitnya sangat tebal, kasar, dan berpori besar dengan warna kuning cerah saat matang. |
| Daging Buah | Berbeda dengan jeruk lain, daging buahnya relatif sedikit, kering, dan rasanya kurang asam atau cenderung hambar. Justru yang paling sering dimanfaatkan adalah bagian kulitnya (albedo) yang tebal. |
| Biji | Jumlahnya cukup banyak dan tersebar di dalam daging buah yang tidak terlalu berair. |
Citron (Citrus medica) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan. Namun, penggunaan bagian tertentu seperti minyak esensial atau ekstrak pekat dalam jangka panjang dan dosis tinggi dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal, seperti iritasi lambung, mual, dan kram perut akibat kandungan senyawa aktif dan asam sitrat yang tinggi. Selain itu, konsumsi berlebihan pada individu yang sensitif dapat memicu refluks asam atau memperburuk gejala bagi penderita tukak lambung.