Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh suplementasi ketumbar terhadap kadar glukosa darah dan profil lipid pada orang dewasa: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analisis
    Sampel:
    21 uji acak terkontrol dengan 1.247 partisipan berusia 30–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi: bubuk biji 2–5 g/hari atau ekstrak 300–600 mg/hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ketumbar secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, trigliserida, dan LDL serta meningkatkan HDL. Efek ini lebih nyata pada subjek dengan diabetes tipe 2.
  2. Efek bubuk biji ketumbar terhadap kontrol glikemik dan profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT (double-blind)
    Sampel:
    68 pasien diabetes melitus tipe 2, usia 40–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    5 g/hari bubuk biji ketumbar dalam kapsul, selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian bubuk ketumbar selama 12 minggu menurunkan HbA1c, glukosa puasa, trigliserida, dan LDL secara bermakna dibandingkan plasebo. Kadar HDL meningkat meskipun tidak signifikan.
  3. Suplementasi ekstrak biji ketumbar terhadap komponen sindrom metabolik: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien sindrom metabolik, usia 35–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    2×300 mg/hari ekstrak etanol 70% biji ketumbar, selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak ketumbar menurunkan lingkar perut, tekanan darah, trigliserida, dan glukosa puasa, serta meningkatkan HDL. Tidak ada perubahan signifikan pada LDL.
  4. Pengaruh bubuk biji ketumbar terhadap enzim hati dan profil metabolik pada pasien perlemakan hati nonalkoholik

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    52 pasien non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD)
    Dosis/Durasi:
    3 g/hari bubuk biji ketumbar, selama 12 minggu
    Temuan:
    Bubuk ketumbar secara signifikan menurunkan ALT, AST, trigliserida, dan HOMA-IR dibandingkan plasebo. Studi ini tidak mengevaluasi perbaikan histologi hati.
  5. Efek konsumsi biji ketumbar terhadap tekanan darah dan kaku arteri pada dewasa prehipertensi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    46 dewasa dengan prehipertensi
    Dosis/Durasi:
    4 g/hari bubuk biji ketumbar, selama 8 minggu
    Temuan:
    Konsumsi bubuk ketumbar 4 g/hari selama 8 minggu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan. Tidak ditemukan efek signifikan pada denyut jantung.
  6. Aktivitas antidiabetik dan antioksidan ekstrak Coriandrum sativum pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi streptozotocin 45 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    400 mg/kg BB/hari ekstrak etanol biji ketumbar, per oral, selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak ketumbar dosis 400 mg/kg BB menurunkan glukosa darah dan malondialdehid, serta meningkatkan superoksida dismutase dan katalase pada tikus diabetes. Efeknya sebanding dengan glibenklamid 0,6 mg/kg BB.
  7. Aktivitas antimikroba dan antioksidan minyak atsiri ketumbar terhadap bakteri resisten antibiotik

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    12 isolat bakteri klinis multiresisten (Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi minyak atsiri 0,5–2% (v/v) dalam uji difusi sumuran; durasi inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri ketumbar menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif dengan zona hambat 10–28 mm dan memiliki aktivitas antioksidan DPPH dengan IC50 12,4 µg/mL. Kandungan linalool yang tinggi diduga berperan utama dalam aktivitas ini.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Ketumbar dan Diabetes

    Penilitian Ketumbar (Coriandrum sativum) untuk Diabetes:
    • Efek Suplementasi Ekstrak Biji Ketumbar terhadap Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Tipe 2: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
    • Meta-Analisis Efek Tanaman Ketumbar (Coriandrum sativum) terhadap Kontrol Glikemik pada Diabetes Melitus
    • Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Ketumbar terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotosin
  2. Ketumbar dan Hipertensi

    Penilitian Ketumbar (Coriandrum sativum) untuk Hipertensi:
    • Efek Ekstrak Biji Ketumbar terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Ringan-Sedang: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
    • Efek Antihipertensi dari Ekstrak Biji Ketumbar pada Tikus: Peran Vasodilatasi yang Dimediasi Nitrat Oksida
    • Penghambatan Enzim Pengubah Angiotensin oleh Ekstrak Biji Ketumbar: Studi In Vitro dan In Silico
  3. Ketumbar dan Tuberkulosis (TBC)

    Penilitian Ketumbar (Coriandrum sativum) untuk Tuberkulosis (TBC):
    • Aktivitas Antimikobakteri Minyak Atsiri Biji Ketumbar (Coriandrum sativum) terhadap Mycobacterium tuberculosis secara In Vitro
    • Uji Sinergisme Ekstrak Etanol Daun Ketumbar dengan Isoniazid terhadap Mycobacterium tuberculosis Multiresisten
    • Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Tradisional sebagai Terapi Adjuvan Tuberkulosis: Fokus pada Coriandrum sativum

Cari: