Advertisement
Tanaman ini asli dari Asia Timur, biasanya tumbuh di area hutan pegunungan yang teduh, lereng perbukitan, dan padang rumput dengan tanah yang punya drainase baik. Karakteristik/ciri-ciri Black Atractylodes (Atractylodes lancea):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar Dan Rimpang | Memiliki rimpang yang tebal, berdaging, dan aromatik. Permukaan rimpangnya biasanya berwarna cokelat kusam atau abu-abu kecokelatan. |
| Batang | Batangnya tegak, tingginya bisa mencapai 30-80 cm, dan biasanya tidak bercabang atau hanya bercabang sedikit di bagian atas. |
| Daun | Daunnya berbentuk tombak (lanceolate) dengan tepi yang bergerigi kasar. Tekstur daun agak kaku dan permukaannya terlihat sedikit mengkilap. |
| Bunga | Bunganya berbentuk bonggol (capitulum) yang tersusun di ujung batang, warnanya putih atau agak kekuningan mirip bunga daisy kecil. |
| Buah Dan Biji | Buahnya termasuk tipe achene (buah kering yang tidak pecah), berukuran kecil dengan rambut-rambut halus (pappus) di bagian ujungnya untuk membantu penyebaran oleh angin. |
Black Atractylodes (Atractylodes lancea) adalah tanaman herbal tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan Asia Timur untuk gangguan pencernaan dan rematik. Meskipun umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jangka pendek, konsumsi ekstrak atau simplisia tanaman ini dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal ringan seperti mual, muntah, mulut kering, dan diare pada individu yang sensitif. Senyawa aktif di dalamnya, terutama minyak atsiri seperti atractylodin, dapat merangsang sekresi lambung secara berlebihan yang pada beberapa orang memicu iritasi lambung ringan.