Kasifikasi ilmiah Beet Green (Beta vulgaris)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Caryophyllidae |
| Ordo: | Caryophyllales |
| Famili: | Amaranthaceae |
| Subfamili: | Betoideae |
| Tribus: | Beteae |
| Genus: | Beta |
| Spesies: | Beta vulgaris |
Beta vulgaris, atau yang lebih dikenal dengan sebutan bit, adalah tanaman akar yang sangat populer karena warna merahnya yang pekat dan rasa manis yang khas. Tanaman ini sebenarnya sudah dibudidayakan sejak zaman kuno, awalnya hanya untuk diambil daunnya, namun kini umbinya menjadi primadona karena kandungan nutrisinya yang melimpah, seperti folat, mangan, dan kalium yang baik untuk kesehatan jantung serta stamina tubuh.
Selain umbinya yang sering dijadikan jus atau salad, bit juga punya kerabat dekat yang sering kita temui di dapur, yaitu bit gula (sugar beet) yang menjadi sumber pemanis industri, serta chard yang daunnya sering dimasak sebagai sayuran hijau. Menanamnya cukup mudah di daerah yang agak dingin, dan keunikan warna alaminya sering digunakan sebagai pewarna makanan alami yang sangat cantik sekaligus menyehatkan.
Advertisement