Secara klasifikasi ilmiah, genus Wolfiporia termasuk ke dalam kelompok jamur pelapuk kayu yang berada di bawah kerajaan Fungi dan filum Basidiomycota. Anggota paling terkenal dari genus ini adalah Wolfiporia cocos, yang secara tradisional dikenal di Asia sebagai jamur poria atau fu-ling. Berbeda dengan tumbuhan hijau yang membuat makanan sendiri melalui fotosintesis, jamur ini hidup dengan cara menguraikan bahan organik dari kayu yang membusuk, sehingga secara biologis ia dikategorikan dalam kelompok cendawan, bukan tumbuhan berpembuluh.
Dalam taksonomi modern, genus ini ditempatkan dalam famili Polyporaceae. Ciri khas utama dari Wolfiporia adalah kemampuannya membentuk sklerotia, yaitu massa miselium padat yang keras dan sering tumbuh di bawah permukaan tanah atau menempel pada akar pohon pinus. Struktur unik inilah yang sering dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan herbal karena kandungan senyawa bioaktifnya yang kompleks, meskipun secara garis besar genus ini tetap dipelajari dalam bidang mikologi atau ilmu yang khusus mempelajari tentang fungi.
Kasifikasi ilmiah Genus (Wolfiporia)
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Fungi |
| Subkerajaan: | Dikarya |
| Infrakerajaan: | Agaricomyceta |
| Superdivisi: | Agaricomycota |
| Divisi: | Basidiomycota |
| Subdivisi: | Agaricomycotina |
| Kelas: | Agaricomycetes |
| Subkelas: | Agaricomycetidae |
| Ordo: | Polyporales |
| Famili: | Polyporaceae |
| Subfamili: | Polyporoideae |
| Tribus: | Polyporeae |
| Genus: | Wolfiporia |
Spesies pada Genus (Wolfiporia):
Advertisement