Secara klasifikasi ilmiah, genus Physalis termasuk ke dalam famili Solanaceae atau suku terong-terongan. Tumbuhan ini memiliki ciri khas berupa buah yang terbungkus oleh kelopak bunga yang mengembang menyerupai kantong atau lampion. Tanaman ini tersebar luas di berbagai belahan dunia, mencakup jenis tanaman semak yang bisa tumbuh secara tahunan maupun musiman di daerah beriklim tropis hingga sedang.
Dalam sistem taksonomi, genus ini berkerabat dekat dengan tomat, cabai, dan kentang. Secara botani, Physalis dibedakan menjadi banyak spesies, di mana salah satu yang paling populer di Indonesia adalah Physalis peruviana atau yang sering dikenal sebagai ciplukan. Klasifikasi tumbuhan ini menempatkan Physalis sebagai kelompok tanaman berbunga yang memiliki sistem reproduksi melalui biji dan umumnya memiliki daya adaptasi yang cukup baik terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Kasifikasi ilmiah Genus (Physalis)
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Asteridae |
| Ordo: | Solanales |
| Famili: | Solanaceae |
| Subfamili: | Solanoideae |
| Tribus: | Physalideae |
| Genus: | Physalis |
Spesies pada Genus (Physalis):
Advertisement