Tumbuhan genus Mandragora termasuk ke dalam keluarga Solanaceae atau suku terong-terongan. Dalam klasifikasi ilmiah, genus ini berada di bawah kingdom Plantae, divisi Magnoliophyta, dan kelas Magnoliopsida. Ciri khas utama dari tanaman ini adalah akarnya yang bercabang menyerupai bentuk tubuh manusia, serta kemampuannya dalam menghasilkan senyawa alkaloid yang bersifat racun sekaligus berkhasiat medis jika diolah dengan tepat.
Secara taksonomi, terdapat beberapa spesies yang dikenal dalam genus ini, di antaranya Mandragora officinarum yang berasal dari wilayah Mediterania. Tanaman ini tumbuh rendah dengan daun yang membentuk roset dan bunga berbentuk lonceng. Karena kandungan zat aktif seperti skopolamin dan hiosiamin, Mandragora telah lama dipelajari dalam bidang botani karena efek farmakologisnya yang kuat terhadap sistem saraf manusia.
Kasifikasi ilmiah Genus (Mandragora)
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Asteridae |
| Ordo: | Solanales |
| Famili: | Solanaceae |
| Subfamili: | Solanoideae |
| Tribus: | Mandragoreae |
| Genus: | Mandragora |
Spesies pada Genus (Mandragora):
Advertisement