Kategori: Respiratory / ENT
Advertisement
Glycyrrhiza uralensis, yang dikenal luas sebagai Chinese Licorice atau Gan Cao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal dan berwarna cokelat kekuningan merupakan bagian yang paling bernilai secara medis. Secara morfologi, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi satu meter, dengan daun majemuk menyirip dan bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Rasa manis khas dari akar licorice berasal dari senyawa glisirizin yang 50 kali lebih manis daripada gula tebu, menjadikannya salah satu tanaman obat paling ikonik dalam khazanah botanika.
Nama Lain: Gan Cao (China), Kanzo (Japan), Gamcho (South Korea), Ural licorice (Russia), Mongolian licorice (Mongolia)
Poko-Poko (Mentha arvensis), yang dikenal juga sebagai daun mint ladang atau mint Jepang, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Lamiaceae yang banyak tumbuh liar di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini memiliki batang basah yang sedikit berbulu, daun berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi, serta aroma khas mentol yang kuat. Minyak atsiri yang dihasilkannya mengandung mentol tinggi, menjadikannya salah satu sumber utama penghasil mentol alami di dunia. Di berbagai daerah, Poko-Poko dimanfaatkan sebagai sayuran segar, lalapan, maupun bahan ramuan tradisional.
Nama Lain: Field mint (Inggris), corn mint (Amerika Serikat), Japanese mint (Jepang), pudina (India), yerba buena (Filipina)
- Kampo Formulations for Prescription 2024