Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek inhalasi aroma kenanga (Cananga odorata) terhadap kecemasan pada pasien sindrom koroner akut: uji acak terkendali

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien sindrom koroner akut; 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak esensial kenanga pada kasa selama 20 menit; durasi intervensi mengikuti protokol studi.
    Temuan:
    Inhalasi aroma kenanga menurunkan skor kecemasan secara signifikan dibandingkan kontrol. Perbaikan juga terlihat pada beberapa parameter tanda vital.
  2. Efek inhalasi aroma kenanga (Cananga odorata) terhadap kualitas tidur pada pasien sindrom koroner akut: uji acak terkendali

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien sindrom koroner akut; 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak esensial kenanga pada kasa selama 20 menit sebelum tidur selama 3 malam.
    Temuan:
    Aroma kenanga meningkatkan kualitas tidur pasien sindrom koroner akut dibandingkan kontrol. Efek samping yang dilaporkan minimal.
  3. Efek aromaterapi terhadap kecemasan pada pasien sindrom koroner akut: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    RCT pasien sindrom koroner akut; beberapa uji menggunakan minyak kenanga sebagai intervensi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi; umumnya inhalasi minyak esensial selama 20 menit per sesi.
    Temuan:
    Aromaterapi secara signifikan menurunkan kecemasan pada pasien sindrom koroner akut. Efek konsisten terlihat pada analisis subkelompok, termasuk intervensi inhalasi minyak esensial.
  4. Efek aromaterapi terhadap kualitas tidur pada pasien penyakit kardiovaskular: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    RCT pasien penyakit kardiovaskular; minyak kenanga termasuk intervensi yang ditinjau
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi; umumnya inhalasi minyak esensial 20–30 menit per sesi.
    Temuan:
    Aromaterapi meningkatkan kualitas tidur pada pasien penyakit kardiovaskular. Efek ini konsisten pada beberapa subkelompok, termasuk inhalasi minyak esensial.
  5. Cananga odorata (Lam.) Hook.f. & Thomson: tinjauan fitokimia, farmakologi, dan keamanan

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Tinjauan Naratif/Sistematis
    Sampel:
    Tinjauan literatur ilmiah; tidak ada sampel manusia atau hewan langsung
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (tinjauan literatur)
    Temuan:
    Minyak esensial kenanga didominasi linalool, benzil asetat, dan metil benzoat. Aktivitas farmakologi utama meliputi ansiolitik, antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan.
  6. Komposisi kimia dan aktivitas antimikroba minyak esensial kenanga (Cananga odorata) dari China

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Minyak esensial bunga kenanga; isolat bakteri Gram-positif, Gram-negatif, dan jamur
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi uji 0,1–10 mg/mL; inkubasi 24–48 jam.
    Temuan:
    Minyak kenanga didominasi linalool dan benzil asetat. Menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans.
  7. Efek antiinflamasi dan antioksidan minyak esensial kenanga (Cananga odorata) pada makrofag RAW 264.7 yang distimulasi LPS

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel RAW 264.7 yang distimulasi LPS; konsentrasi minyak esensial 1–100 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    Perlakuan 1–100 µg/mL selama 24 jam.
    Temuan:
    Minyak kenanga menurunkan produksi NO, TNF-α, dan IL-6. Efek ini terkait penghambatan NF-κB dan peningkatan enzim antioksidan.
  8. Efek inhalasi minyak esensial kenanga (Cananga odorata) terhadap kecemasan dan nyeri pada pasien yang menjalani seksio sesarea: uji acak terkendali

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    64 pasien yang menjalani seksio sesarea
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak esensial selama 20 menit sebelum dan setelah operasi.
    Temuan:
    Inhalasi minyak kenanga menurunkan skor kecemasan dan nyeri pascaoperasi. Kebutuhan analgesik tambahan lebih rendah pada kelompok intervensi.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Kenanga dan Asma

    Penilitian Kenanga (Cananga odorata) untuk Asma:
    • Efek Anti-Asma Minyak Esensial Kenanga pada Mencit Asma yang Diinduksi Ovalbumin
    • Aktivitas Bronkodilator Ekstrak Bunga Kenanga pada Trakea Marmut Terisolasi
    • Uji Klinis Acak Terkontrol Aromaterapi Kenanga pada Fungsi Paru Pasien Asma Ringan
  2. Kenanga dan Insomnia

    Penilitian Kenanga (Cananga odorata) untuk Insomnia:
    • Pengaruh Inhalasi Minyak Atsiri Kenanga terhadap Kualitas Tidur pada Lansia dengan Insomnia
    • Efek Aromaterapi Kenanga terhadap Kecemasan dan Kualitas Tidur pada Pasien Penyakit Jantung Koroner
    • Minyak Atsiri Kenanga sebagai Terapi Komplementer untuk Insomnia: Sebuah Tinjauan Sistematis
  3. Kenanga dan Hepatitis B

    Penilitian Kenanga (Cananga odorata) untuk Hepatitis B:
    • Efek Ekstrak Etanol Daun Kenanga (Cananga odorata) terhadap Replikasi Virus Hepatitis B pada Sel HepG2.2.15
    • Aktivitas Hepatoprotektif Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga odorata) pada Tikus yang Diinduksi Hepatitis B
    • Systematic Review: Potensi Tanaman Obat Indonesia sebagai Antivirus Hepatitis B dengan Fokus pada Cananga odorata

Cari: