Kasifikasi ilmiah Kunyit Putih (Curcuma zedoaria)
Author: (Christm.) Roscoe
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Lilianae |
| Ordo: | Zingiberales |
| Famili: | Zingiberaceae |
| Subfamili: | Zingiberoideae |
| Tribus: | Zingibereae |
| Genus: | Curcuma |
| Spesies: | Curcuma zedoaria |
Curcuma zedoaria atau yang lebih dikenal dengan nama temu putih merupakan tanaman rimpang yang sudah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional di Indonesia. Tumbuhan ini memiliki ciri khas berupa rimpang berwarna pucat di bagian dalam dan aroma yang cukup tajam, serta sering digunakan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan seperti peradangan, masalah pencernaan, hingga dipercaya sebagai pendukung terapi antikanker.
Secara fisik, tanaman ini tumbuh dengan daun yang lebar dan bunga yang muncul langsung dari rimpangnya dengan gradasi warna cantik seperti merah muda dan kuning. Meski sering dianggap mirip dengan kunyit, temu putih memiliki karakteristik rasa yang lebih pahit dan aroma yang lebih menyengat, sehingga pemanfaatannya biasanya harus melalui proses pengolahan yang tepat agar manfaatnya optimal bagi tubuh.
Advertisement