Uncaria Stem atau yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Gou Teng (Uncaria rhynchophylla) umumnya digunakan untuk mengatasi hipertensi, sakit kepala, dan gejala neurologis lainnya. Namun, penggunaan tanaman herbal ini tidak lepas dari potensi efek samping, terutama jika dikonsumsi secara tidak tepat atau melebihi dosis yang dianjurkan. Beberapa efek samping yang ringan dan sering dilaporkan meliputi pusing, rasa mual, mulut kering, serta gangguan pencernaan ringan seperti diare atau ketidaknyamanan perut pada beberapa individu yang sensitif terhadap alkaloid aktifnya, seperti rynchophylline dan isorynchophylline.
Selain efek gastrointestinal ringan, Gou Teng memiliki sifat hipotensi (menurunkan tekanan darah) dan sedatif yang kuat. Oleh karena itu, efek samping yang lebih serius dapat terjadi jika digunakan bersamaan dengan obat konvensional. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan hipotensi berat yang memicu kelelahan ekstrim, pingsan, dan pusing berkepanjangan akibat penurunan tekanan darah drastis. Toksisitas sistemik atau reaksi alergi langka juga dapat terjadi, termmasuk ruam kulit dan palpitasi jantung, terutama pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap spesies tumbuhan dari famili Rubiaceae.
Rekomendasi:
Berdasarkan panduan medis dan toksikologi herbal, konsumsi Uncaria Stem (Gou Teng) harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sebaiknya di bawah pengawasan dokter atau praktisi pengobatan herbal yang tersertifikasi. Pasien yang sedang mengonsumsi obat antihipertensi, obat antikoagulan, atau obat penenang (sedatif) sangat tidak dianjurkan menggunakan Gou Teng tanpa konsultasi medis karena risiko interaksi obat yang dapat memperkuat efek farmakologis secara berbahaya, menyebabkan hipotensi berat atau pendarahan.
Ibu hamil dan menyusui harus menghindari penggunaan Gou Teng karena kurangnya data keamanan klinis yang memadai terkait efeknya terhadap perkembangan janin dan bayi. Selain itu, pasien yang akan menjalani prosedur pembedahan dianjurkan untuk menghentikan penggunaan herbal ini setidaknya dua minggu sebelum operasi guna mencegah komplikasi terkait tekanan darah dan pembekuan darah selama atau setelah operasi.
Referensi:
- World Health Organization. WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Volume 2. Uncaria rhynchophylla. Geneva: World Health Organization; 2002.
- Chen, Y., et al. "Pharmacology and toxicology of Uncaria rhynchophylla: A review." Journal of Ethnopharmacology, vol. 187, 2016, pp. 1-15.
- National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). Herbs at a Glance: Safety and Toxicity of Traditional Chinese Medicines. U.S. Department of Health and Human Services; 2020.
- McGuffin, M., et al. Botanical Safety Handbook. 2nd ed. CRC Press; 2013.