Kasifikasi ilmiah Jamur Poria (Wolfiporia extensa)
Author: (Peck) Ginns
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Fungi |
| Subkerajaan: | Dikarya |
| Infrakerajaan: | Agaricomycota |
| Superdivisi: | Dikaryomycota |
| Divisi: | Basidiomycota |
| Subdivisi: | Agaricomycotina |
| Kelas: | Agaricomycetes |
| Subkelas: | Agaricomycetidae |
| Ordo: | Polyporales |
| Famili: | Polyporaceae |
| Subfamili: | Polyporoideae |
| Tribus: | Polyporeae |
| Genus: | Wolfiporia |
| Spesies: | Wolfiporia extensa |
Wolfiporia extensa adalah sejenis jamur yang tumbuh di bawah permukaan tanah, tepatnya pada akar pohon pinus yang membusuk. Jamur ini sering terlihat seperti bongkahan kayu atau batu berwarna cokelat kusam dengan bagian dalam yang berwarna putih. Di dunia pengobatan tradisional, terutama di Asia, jamur ini sangat populer dan sering dijuluki sebagai 'Poria' atau 'Fu Ling' karena khasiatnya yang dipercaya mampu mengatasi masalah pencernaan, kecemasan, hingga sebagai agen diuretik alami.
Meskipun sering dianggap sebagai bagian dari tanaman herbal dalam pengobatan tradisional, secara biologis ia adalah fungi yang hidup bersimbiosis dengan kayu. Teksturnya yang keras dan kering membuatnya sangat awet jika disimpan, sehingga sering dipotong-potong atau dihaluskan menjadi bubuk sebelum diseduh sebagai teh atau dicampurkan ke dalam resep masakan herbal. Popularitasnya terus meningkat seiring dengan banyaknya penelitian modern yang mencoba membuktikan manfaat kesehatan dari senyawa aktif yang dikandungnya.
Advertisement