Advertisement
Tanaman merambat ini asalnya dari daerah tropis Asia. Sering ditemui tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau sengaja ditanam di pagar rumah sebagai tanaman hias karena bunganya yang cantik dan wangi. Karakteristik/ciri-ciri Niyog-Niyogan (Quisqualis indica):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Berkayu, tumbuh merambat atau memanjat, dan bisa mencapai panjang hingga beberapa meter. Cabangnya cukup lentur. |
| Daun | Berbentuk lonjong dengan ujung meruncing, letaknya berhadapan di batang, dan teksturnya agak kasar dengan warna hijau segar. |
| Bunga | Ini bagian paling khas! Bunganya muncul dalam kelompok (tandan). Uniknya, warna bunga berubah seiring waktu: awalnya putih, lalu berubah jadi merah muda, dan akhirnya jadi merah tua saat sudah mekar sempurna. Aromanya harum banget, terutama di malam hari. |
| Buah | Buahnya berbentuk lonjong dengan lima sudut tajam (seperti bintang kalau dipotong melintang). Warnanya hijau saat muda dan berubah jadi hitam kecokelatan kalau sudah kering. |
| Akar | Sistem perakarannya kuat untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang memanjat. |
Niyog-niyogan (Quisqualis indica) adalah tanaman herbal yang secara tradisional sering digunakan di Asia Tenggara sebagai obat cacing alami. Namun, konsumsi bagian tanaman ini, terutama bijinya, sering kali dikaitkan dengan beberapa efek samping gastrointestinal yang cukup signifikan. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi mual, muntah, cegukan (singultus), dan rasa tidak nyaman pada perut. Gejala-gejala ini biasanya terjadi akibat iritasi langsung pada mukosa lambung oleh senyawa aktif yang terkandung di dalam biji tanaman tersebut, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan mentah atau dalam dosis yang berlebihan.