Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi Melissa officinalis (Lemon Balm) terhadap Kecemasan: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis / Tinjauan Sistematis
    Sampel:
    7 uji klinis acak, total 507 partisipan dewasa dengan kecemasan ringan sampai sedang
    Dosis/Durasi:
    600–1800 mg/hari ekstrak daun; 2–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Melissa officinalis secara signifikan menurunkan skor kecemasan dibandingkan plasebo. Efek paling terlihat pada pemberian selama 4 minggu atau lebih.
  2. Efek Pemberian Ekstrak Melissa officinalis terhadap Kualitas Tidur pada Penderita Insomnia: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 orang dewasa berusia 18–60 tahun dengan insomnia
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak daun dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang menerima Melissa officinalis melaporkan peningkatan kualitas tidur dan penurunan derajat insomnia yang bermakna. Tidak ditemukan efek samping serius selama penelitian.
  3. Pengaruh Melissa officinalis terhadap Gejala Hot Flush dan Kualitas Hidup Wanita Pascamenopause

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 wanita pascamenopause berusia 45–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    800 mg/hari ekstrak Melissa officinalis dalam bentuk kapsul selama 8 minggu
    Temuan:
    Frekuensi dan keparahan hot flush menurun, sedangkan kualitas hidup meningkat setelah 8 minggu. Skor kecemasan juga mengalami perbaikan pada kelompok perlakuan.
  4. Pengaruh Melissa officinalis terhadap Kontrol Glikemik dan Profil Lipid pada Diabetes Melitus Tipe 2: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis / Tinjauan Sistematis
    Sampel:
    9 uji klinis acak, total 648 pasien diabetes melitus tipe 2
    Dosis/Durasi:
    1000–3000 mg/hari ekstrak daun; 8–16 minggu
    Temuan:
    Melissa officinalis menurunkan kadar glukosa puasa dan HbA1c secara signifikan dibandingkan plasebo. Efek terhadap profil lipid masih heterogen dan perlu penelitian lebih lanjut.
  5. Pengaruh Akut dan Subkronik Melissa officinalis terhadap Fungsi Kognitif dan Suasana Hati pada Dewasa Sehat

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT (crossover)
    Sampel:
    42 dewasa sehat berusia 20–55 tahun
    Dosis/Durasi:
    300–600 mg dosis tunggal; kemudian 600 mg/hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Dosis tunggal Melissa officinalis meningkatkan kecepatan memori kerja dan perasaan tenang. Pemberian selama 4 minggu juga memperbaiki skor kognitif secara moderat.
  6. Efek Melissa officinalis terhadap Sindrom Pramenstruasi: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    100 mahasiswi usia 18–30 tahun dengan sindrom pramenstruasi sedang sampai berat
    Dosis/Durasi:
    500 mg/hari ekstrak Melissa officinalis selama 14 hari per siklus menstruasi, selama 2 siklus
    Temuan:
    Skor gejala fisik dan psikologis sindrom pramenstruasi menurun signifikan pada kelompok perlakuan. Suplementasi Melissa officinalis umumnya ditoleransi dengan baik.
  7. Potensi Melissa officinalis sebagai Terapi Tambahan untuk Depresi Ringan sampai Sedang: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    5 uji klinis acak, total 386 pasien dengan depresi ringan sampai sedang
    Dosis/Durasi:
    300–1000 mg/hari ekstrak; 4–12 minggu
    Temuan:
    Skor depresi menurun lebih besar pada kelompok Melissa officinalis dibandingkan plasebo. Namun, jumlah studi masih terbatas dan variasi dosis perlu diperhatikan.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Lemon Balm dan Insomnia

    Penilitian Lemon Balm (Melissa officinalis) untuk Insomnia:
    • Pengaruh Melissa officinalis terhadap kualitas tidur pada wanita menopause: uji coba acak terkontrol
    • Kombinasi ekstrak Valeriana officinalis dan Melissa officinalis meningkatkan kualitas tidur pada orang dewasa sehat dengan gangguan tidur ringan: uji coba acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo
    • Tinjauan sistematis dan meta-analisis pengobatan herbal untuk insomnia: bukti dari uji coba acak terkontrol
  2. Lemon Balm dan Epilepsi

    Penilitian Lemon Balm (Melissa officinalis) untuk Epilepsi:
    • Efek Ekstrak Melissa officinalis terhadap Frekuensi Kejang pada Pasien Epilepsi: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
    • Pengaruh Ekstrak Hidroalkohol Melissa officinalis terhadap Kejang yang Diinduksi Pentylenetetrazol pada Mencit Jantan
    • Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Epilepsi: Fokus pada Melissa officinalis

Cari: