Advertisement
Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Selatan dan Tiongkok. Sangat tangguh karena bisa hidup di berbagai kondisi cuaca, mulai dari suhu yang panas terik sampai dingin yang membeku. Biasanya tumbuh subur di lahan yang terbuka dengan paparan sinar matahari penuh. Karakteristik/ciri-ciri Kurma Cina (Ziziphus jujuba):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Berupa pohon kecil atau perdu yang bisa menggugurkan daunnya saat musim dingin. Batangnya sering terlihat agak berduri. |
| Daun | Bentuknya lonjong sampai bulat telur, pinggirannya bergerigi halus, dan warnanya hijau mengkilap di bagian atas. |
| Bunga | Berukuran kecil, warnanya kuning kehijauan, muncul dalam kelompok-kelompok kecil di ketiak daun. |
| Buah | Termasuk buah batu (drupa). Saat muda berwarna hijau, lalu berubah menjadi cokelat kemerahan saat matang. Teksturnya renyah mirip apel saat segar, tapi jadi keriput seperti kurma kalau dikeringkan. |
| Biji | Terdapat satu biji keras di bagian tengah buah yang bentuknya lonjong dan permukaannya agak kasar. |
Kurma Cina (Ziziphus jujuba) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan. Namun, konsumsi ekstrak atau buah jujuba dalam dosis tinggi dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal pada individu tertentu. Keluhan yang paling sering dilaporkan meliputi kembung, mual, diare, dan ketidaknyamanan lambung akibat kandungan serat dan senyawa bioaktif yang tinggi. Selain itu, jujuba dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, terutama obat penenang atau antidepresan seperti SSRI dan penghambat MAO, karena potensi efeknya yang memengaruhi sistem saraf pusat.